Kilas Ekonomi: Rencana Aturan WFH Baru dan Insentif DHE SDA

Kilas Ekonomi: Rencana Aturan WFH Baru dan Insentif DHE SDA
Menteri Koordinatoe Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (FOTO: NET)

JAKARTA - Terdapat berbagai macam peristiwa di sektor ekonomi yang berlangsung pada Kamis (21/5/2026) yang masih menarik dan penting untuk ditinjau kembali pagi ini.

Sejumlah informasi di antaranya mulai dari aturan bekerja dari rumah (work from home/WFH) terbaru yang akan ditetapkan pemerintah hingga kesiapan pemberian insentif pendukung regulasi devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA).

Di bawah ini adalah sajian ringkasan berita pilihan yang dapat dibaca kembali hari ini.

Pemerintah menyusun regulasi WFH untuk dua bulan ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengumumkan pemerintah sedang merumuskan rentetan regulasi ekonomi penerus, salah satunya pemberlakuan work from home (WFH) untuk dua bulan ke depan.

Menhub menunggu hasil investigasi KNKT terkait kecelakaan kereta di Bekasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan masih menanti produk penyelidikan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai pemicu insiden kereta api di Bekasi Timur pada 27 April lalu.

Kemendag mengajak UMKM lakukan ekspor di tengah depresiasi rupiah.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengimbau para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan celah ekspor saat nilai rupiah melemah terhadap dolar AS.

Purbaya siap mencopot Dirjen Bea Cukai apabila terbukti menerima suap.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menandaskan, siap mendepak Djaka Budhi Utama dari posisinya selaku Direktur Jenderal Bea dan Cukai jika terbukti menerima suap pada perkara Blueray Cargo kepunyaan terdakwa John Field.

OJK siap kucurkan insentif guna memperkuat kebijakan DHE SDA.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bersedia menggelontorkan insentif demi menyokong pemantapan regulasi devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index