Saham SoftBank Melesat 12 Persen Dipicu Demam Investasi AI

Saham SoftBank Melesat 12 Persen Dipicu Demam Investasi AI
SoftBank Suntik Dana Rp6,8 Triliun ke Perusahaan Chip AI Inggris Graphcore (FOTO: NET)

JAKARTA - Pada hari ini, Jumat (22/5/2026), pergerakan saham SoftBank Group meneruskan tren penguatan dengan melonjak 12 persen pada akhir perdagangan teranyar.

Performa ini mengekor reli saham teknologi di pasar global yang terdorong oleh lonjakan saham Arm Holdings dalam dua sesi perdagangan sebelumnya di bursa saham Amerika Serikat.

Lonjakan ini terjadi seiring langkah para investor yang berbondong-bondong masuk ke sektor Artificial Intelligence (AI) memanfaatkan momentum pertumbuhan pendapatan Nvidia.

Diketahui, SoftBank menempatkan investasi besar pada OpenAI, Arm Holdings, hingga T-Mobile US.

"Reli saham Softbank juga didorong oleh kenaikan tajam saham Arm Holdings, di mana perusahaan Jepang tersebut memegang saham mayoritas. Saham Arm naik lebih dari 16 persen semalam, setelah memperoleh lebih dari 15% pada sesi sebelumnya," lapor CNBC, Jumat (22/5/2026). Kenaikan harga saham OpenAI yang berlangsung secara konsisten turut memicu para pemodal untuk menyuntikkan dana ke perusahaan tersebut.

Berdasarkan catatan yang ada, SoftBank menggelontorkan investasi di atas 30 miliar dollar AS (setara Rp 529,4 triliun) dan berhasil meraup keuntungan terkait senilai 45 miliar dollar AS (setara Rp 794,5 triliun) pada tahun fiskal yang rampung Maret 2026 kemarin.

Valuasi OpenAI berpotensi salip Berkshire Hathaway

Para pelaku pasar di Polymarket memproyeksikan nilai valuasi saham OpenAI, Anthropic, serta SpaceX di pasar publik mampu menembus di atas 1,4 triliun dollar AS (setara Rp 24,72 kuadriliun).

SpaceX sendiri tengah menyusun rencana Initial Public Offering (IPO) perdana bagi masyarakat luas yang diprediksi bakal bergulir pada 11 Juni 2026 di bursa Nasdaq.

Sementara itu, langkah OpenAI menjadi yang paling dinantikan oleh pasar karena mereka juga sedang mengkaji peluang untuk melantai di bursa.

Kendati begitu, OpenAI memilih untuk menyerahkan dokumen IPO rahasia kepada Securities and Exchange Commission (SEC), yang merupakan badan independen Pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan fungsi sebagai regulator utama pasar saham di sana, serupa dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Aksi IPO OpenAI ini dinilai berpotensi menggeser posisi Berkshire Hathaway, perusahaan holding multinasional milik Warren Buffett.

"Sejumlah besar IPO teknologi akan segera terjadi dan para pedagang memperkirakan IPO tersebut akan menggeser Warren Buffett pada hari pertama perdagangan mereka," lapor CNBC.

Di samping OpenAI dan SpaceX, Anthropic dikabarkan bersiap mengambil langkah serupa, di mana ketiga perusahaan tersebut diproyeksikan mampu menyedot perhatian berbagai kalangan investor.

Nilai SpaceX sempat menyentuh angka 1,25 triliun dollar AS (setara Rp 22,06 kuadriliun) pada Februari 2026, dan para pelaku pasar Polymarket memperkirakan terdapat peluang sebesar 56 persen bahwa saham tersebut akan bertengger di atas nilai 2,2 triliun dollar AS (setara Rp 38,8 kuadriliun) pada hari perdana perdagangannya.

Pada valuasi terakhirnya, OpenAI dihargai sebesar 852 miliar dollar AS (setara Rp 15,04 triliun), dan para trader melihat ada probabilitas sebesar 65 persen bahwa nilainya akan ditutup di atas angka 1,4 triliun dollar AS (setara Rp 24,71 kuadriliun) saat memulai debut perdagangan publiknya.

Di sisi lain, para pelaku pasar juga mengestimasi peluang sebesar 47 persen bagi Anthropic untuk ditutup di atas level 1,8 triliun dollar AS (setara Rp 31,7 kuadriliun) pada hari pertama melantai di pasar publik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index