TANGERANG - Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPUBC TMP) C Soekarno-Hatta berhasil menjegal aksi penyelundupan logam mulia emas seberat 265,7 gram dengan taksiran nilai Rp 700 juta.
Emas tersebut dibawa oleh pria berkebangsaan India dengan inisial MTNP (44) yang disisipkan ke dalam pakaian dalam demi mengelabui pengawasan petugas.
Kepala Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menyebutkan bahwa aksi ini terbongkar di Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat, 8 Mei 2026, kira-kira pukul 15.00 WIB.
Personel Bea Cukai bersama Aviation Security (Avsec) InJourney Airports menaruh kecurigaan pada perilaku penumpang yang berencana menuju New Delhi, India, melalui rute Jakarta-Singapura.
“Barang ini (emas) rencananya akan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta ke Singapura dan nanti akan lanjut ke New Delhi, India,” ujar Hengky, Selasa (12/5/2026).
Pada saat pemeriksaan mendalam dilakukan, tim menemukan dua paket berisi butiran emas.
Benda tersebut dibalut menggunakan adonan tepung atau gluten demi menyamarkan wujud aslinya.
“Bungkusan tersebut kemudian disembunyikan di dalam pakaian dalam yang dikenakan tersangka guna menghindari deteksi petugas di area pemeriksaan keamanan,” kata Hengky.
Usai penemuan itu, petugas segera membawa MTNP dan barang bukti emas 265,7 gram ke Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta guna kepentingan penyidikan.
“Kini terduga sudah diamankan untuk lanjutan langkah hukum dan komitmen tegas dari kami,” tutur Hengky.
Akibat tindakannya, MTNP dikenakan Pasal 102A huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 terkait perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.
Tersangka terancam sanksi penjara paling lama 10 tahun serta denda maksimal senilai Rp 5 miliar.
Hengky memastikan pihak Bea Cukai akan terus meningkatkan penjagaan terhadap beragam teknik penyelundupan di Bandara Soekarno-Hatta.
Ia menilai, keberhasilan kasus ini merupakan wujud nyata sinergi antarlembaga yang efektif dalam mengawal gerbang keluar masuk negara.
“Kami memiliki sistem pengawasan yang terintegrasi, personel yang terlatih, dan sinergi antarinstansi yang solid. Kami akan terus berdiri tegak untuk menjaga perbatasan negara,” ujar Hengky.