Waspada Sindikat Judol Hayam Wuruk, Potensi Kamboja Pindah ke RI

Waspada Sindikat Judol Hayam Wuruk, Potensi Kamboja Pindah ke RI
Ratusan WNA pelaku judol di Hayam Wuruk (FOTO: NET)

JAKARTA - Terungkapnya praktik judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta, perlu menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat agar sindikat internasional tidak menjadikan Indonesia sebagai markas baru.

"Fenomena munculnya markas judi online di Hayam Wuruk berpotensi menandakan adanya pergeseran praktek operasi judi online di wilayah Asia Tenggara, khususnya Kamboja ke Indonesia," kata pakar politik siber dan kajian strategis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Prakoso Aji kepada detikINET, Selasa (12/5/2026).

Operasional judi online kini mulai mencari lokasi baru pasca tindakan tegas dari pihak Thailand terhadap pusat-pusat penipuan dan perjudian di Kamboja, terutama menyasar wilayah dengan aktivitas transaksi elektronik yang tinggi.

"Perkembangan ruang digital di Indonesia yang sangat masif dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perkembangan berbagai transaksi elektronik berpotensi menyebabkan Indonesia menjadi target market bagi para pengembang situs judi online," kata Aji.

Aji menilai langkah pemerintah serta aparat penegak hukum di tanah air sudah tepat, mulai dari pemutusan akses situs, penangkapan para aktor, hingga penguatan sistem digital.

Kendati demikian, kolaborasi antarlembaga serta kepedulian masyarakat perlu diperkuat untuk melawan praktik ini secara cepat, mengingat pola perjudian daring bermutasi jauh lebih lincah.

"Praktek judi online ini memang berkembang dengan sangat pesat seiring dengan perkembangan ruang siber yang sangat dinamis dan cepat dengan adanya berbagai inovasi teknologi," jelasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index