Aksi Mulia Nurman: Petani Bengkulu Lebarkan Jalan demi Cegah Kecelakaan

Aksi Mulia Nurman: Petani Bengkulu Lebarkan Jalan demi Cegah Kecelakaan
Nurman (74) warga Kabupaten Seluma, Bengkulu (FOTO: NET)

BENGKULU - Nurman (74) tampak sibuk memantau hasil pengerjaan coran semen yang ia buat agar pas dengan permukaan aspal di jalan negara wilayah Desa Sari Mulyo, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Meskipun terlihat normal, bagian sisi jalan tersebut sebenarnya telah ia lebarkan dengan tumpukan batu dan semen.

Pengerjaan jalan sepanjang 900 meter yang menghubungkan Desa Sari Mulyo dengan Desa BP 2 ini telah dilakukan Nurman selama tiga tahun karena kondisi aspal yang terlalu sempit bagi kendaraan yang berpapasan.

Kondisi jalan yang rusak berlubang serta sempit sering kali mengakibatkan jatuhnya korban kecelakaan, sehingga Nurman tergerak untuk melakukan perbaikan dan pelebaran secara mandiri.

"Saya berangkat dari khawatir banyak korban kecelakaan di jalan karena sempit, anak sekolah, ibu-ibu, petani, maka saya mulai pelan-pelan sejak tiga tahun melebarkan jalan. Awalnya dana sendiri beli semen, batu, dan dikerjakan sendiri," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Sebagai petani kecil yang memiliki keterbatasan dana, ia pun berinisiatif membuka kotak sumbangan bagi para pengguna jalan yang melintas.

"Orang bangun masjid saja bisa dengan kotak amal, kenapa melebarkan dan menambal jalan tidak bisa", ungkapnya.

Ia mengaku sering menyaksikan kecelakaan yang terjadi hampir setiap hari di lokasi tersebut, bahkan hingga ada korban jiwa.

"Jalan ini sangat sempit dulunya, untuk papasan mobil dan motor saja salah satunya harus berhenti. Sering kecelakaan, lebih kurang setiap hari kecelakaan, bahkan ada yang meninggal. Dari situ, saya berpikir coba untuk berbuat," tambahnya.

Pada tahap awal, ia hanya menggunakan modal satu trip pasir dari mobil pikap serta lima sak semen.

"Kotak amal itu kalau ada yang nyumbang kemudian dibelikan lagi material," ujarnya.

Nurman menjelaskan bahwa ia tidak melibatkan pihak lain dalam pengerjaan ini karena masalah keterbatasan biaya operasional.

"Selama tiga tahun ini saya lakukan sendiri, tidak mengajak teman karena gajinya dari mana. Saya senang karena jalan yang dulunya berlubang dan sempit, saat ini sudah lancar dan tidak ada kendala lagi," tambahnya.

Sambil melepas kopiah birunya, Nurman menatap puas jalanan yang kini mulus tersebut, dengan harapan besar agar tidak ada lagi kecelakaan yang menimpa warga akibat jalan yang sempit dan rusak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index