Ketegangan Meningkat, Iran Siap Balas Gempuran Israel

Ketegangan Meningkat, Iran Siap Balas Gempuran Israel
Ilustrasi Serangan Israel ke Iran (FOTO: NET)

ISTANBUL - Pejabat keamanan tingkat tinggi dari Iran melayangkan peringatan keras bahwa bakal ada tindakan balasan atas gempuran yang diluncurkan oleh rezim zionis Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut, lantaran pihak Teheran tidak akan tinggal diam menoleransi aksi tersebut.

"Balasannya akan datang," kata sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, sebagaimana disiarkan Press TV, Minggu.

Dirinya menyampaikan bahwa "persatuan seluruh front telah menciptakan rantai keamanan dalam pertahanan kawasan".

“Lebanon adalah bagian dari kehidupan kami, dan pelanggaran terhadap garis merah Republik Islam tidak akan ditoleransi,” ujarnya.

Pada waktu yang sama, kantor berita semi-resmi Tasnim sempat mengabarkan bahwa seluruh aktivitas penerbangan menuju dan dari bandara-bandara di area barat Iran ditangguhkan sampai batas waktu yang belum ditentukan akibat “kondisi saat ini”.

Kendati demikian, kantor berita Mehr, dengan mengutip pernyataan dari juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, berikutnya menyanggah kabar burung tersebut.

Akhavan menegaskan bahwa informasi mengenai pembatalan operasional penerbangan di kawasan barat Iran sama sekali tidak memiliki dasar.

Berdasarkan penuturannya, tidak ada Notice to Airmen (NOTAM) anyar yang dikeluarkan demi menutup wilayah udara ataupun menyetop arus lalu lintas penerbangan di wilayah itu.

Sebelum peristiwa ini, jet tempur milik militer Israel membombardir wilayah pinggiran selatan Beirut pada Minggu pagi hari.

Aksi serangan tersebut merenggut nyawa sedikitnya tiga korban jiwa serta mengakibatkan 15 orang lainnya mengalami luka-luka, walaupun kesepakatan gencatan senjata sebetulnya masih berjalan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kecaman terhadap aksi penyerangan itu dan mengutarakan bahwa serangan tersebut “seharusnya tidak terjadi” di kala pihak AS dan Iran tengah mendekati titik kesepakatan damai.

Menurut pandangan Trump, dokumen kesepakatan damai tersebut sudah diagendakan untuk ditandatangani pada hari Minggu.

Kubu Iran sendiri sudah mendesak penghentian pertempuran di semua lini, termasuk yang terjadi di Lebanon, sebagai poin dari tiap kesepahaman dengan pihak Amerika Serikat demi mengakhiri gejolak konflik yang pecah sejak 28 Februari.

Perselisihan tersebut saat ini tengah berada dalam periode gencatan senjata yang dijembatani oleh Pakistan pada April 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index