JAKARTA - Keberhasilan menjuarai Liga Inggris menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat besar bagi Arsenal menjelang laga final Liga Champions.
Meriam London kini memiliki tekad yang kuat untuk mengawinkan gelar juara Liga Inggris dengan trofi Liga Champions.
Pertandingan final Liga Champions musim 2025/2026 sendiri bakal mempertemukan PSG melawan Arsenal di Puskas Arena, Budapest, pada hari Sabtu (30/5/2026).
Les Parisiens mengusung misi besar untuk mempertahankan takhta juara mereka di kompetisi tertinggi Eropa tersebut.
Di sisi lain, Arsenal punya target tersendiri untuk bisa mengangkat trofi Si Kuping Besar demi mencetak sejarah pertama kali bagi klub.
Skuat Arsenal menatap partai puncak kompetisi Eropa ini dengan modal berharga status sebagai pemenang Liga Inggris.
Tim asuhan Mikel Arteta tersebut berhasil merajai kompetisi domestik setelah memenangi persaingan ketat kontra Manchester City.
Pencapaian ini sekaligus mengakhiri dahaga gelar Liga Inggris yang dialami Meriam London selama 22 tahun lamanya.
Klub asal London tersebut tercatat terakhir kali mencicipi gelar juara Liga Inggris pada musim kompetisi 2003/2004 silam.
Kesuksesan luar biasa domestik ini tentu memberikan dorongan moral yang sangat masif dalam menatap laga final Liga Champions.
Sang kapten, Martin Odegaard, mengungkapkan bahwa seluruh skuadnya berambisi untuk menyandingkan trofi Liga Inggris dengan Liga Champions pada musim ini.
Martin Odegaard juga menambahkan bahwa keberhasilan meraih trofi Liga Inggris turut meringankan beban mental timnya menjelang laga final nanti.
Kondisi psikologis dan mental bertanding para pemain saat ini dinilai sedang berada dalam tingkat terbaiknya.
"Ini adalah sesuatu yang istimewa yang bisa kami raih. Dua puluh hai tahun sejak kami memenangkan Liga Inggris, dan sekarang kami ingin membuat sejarah lagi. Ketika Anda merasakan sensasi mengangkat trofi, Anda ingin melakukannya lagi. Itu akan sangat berarti bagi semua orang, jadi kami menantikan pertandingan ini," ujar Odegaard dikutip dari situs UEFA.
Martin Odegaard menjelaskan bahwa tidak ada yang berubah dari dirinya secara pribadi, namun perjuangan panjang yang telah dilewati membuat beban yang ada kini sudah terangkat sepenuhnya.
Ia merasa hal tersebut tidak mengubah banyak hal secara radikal, melainkan memberikan sebuah perasaan dan capaian yang sangat luar biasa.
"Kami perlu membawa energi dan pengalaman yang baik untuk besok dan kami hanya menantikan untuk bermain sekarang," jelasnya.