ISTANBUL - Unai Emery berhasil mengantarkan Aston Villa merengkuh trofi juara Liga Europa setelah mengalahkan Freiburg melalui penampilan yang sangat mendominasi.
Ketika berlaga di Tupras Stadium, Istanbul, Turki, pertandingan antara Freiburg melawan Aston Villa selesai dengan skor mencolok 0-3 pada Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.
Tiga gol penentu kemenangan Aston Villa masing-masing dilesakkan oleh Youri Tielemans (40'), Emiliano Buendia (45+3'), serta Morgan Rogers.
Pencapaian di partai puncak Liga Europa ini semakin mengukuhkan nama Unai Emery sebagai manajer spesialis kompetisi kelas dua di benua Eropa tersebut.
Hingga kini, Emery menjadi pelatih pertama yang mampu mengumpulkan total lima piala Liga Europa. Pada musim-musim terdahulu, dia sukses meraihnya saat mengarsiteki Sevilla (2014, 2015, 2016) dan Villarreal (2021).
Bagi skuad Aston Villa sendiri, piala Liga Europa ini menjadi trofi besar level Eropa pertama mereka dalam kurun waktu 44 tahun belakangan.
Aston Villa langsung menerapkan strategi tekanan tinggi sejak sepak mula babak pertama dilakukan. Para pemain arahan Unai Emery tersebut bermain sangat agresif dalam membongkar lini pertahanan perwakilan Jerman.
Pola serangan balik The Villans sudah diinisiasi oleh Tielemans ketika pertandingan baru berjalan tiga menit. Dia memberikan operan matang ke arah Morgan Rogers, yang langsung melepaskan tembakan keras namun masih sanggup dipatahkan penjaga gawang Freiburg, Noah Atubolu.
Freiburg gantian menebar ancaman pada menit ke-17. Eksekusi sepakan bebas Vincenzo Grifo yang mengarah ke area penalti sempat dihalau lewat sundulan kepala Victor Lindelof.
Bola muntah kemudian mengalir ke arah Nicolas Hofler. Gelandang milik Freiburg tersebut langsung menyepak bola dengan tendangan keras menuju gawang Emi Martinez, namun arahnya masih melenceng jauh.
Momentum penting bagi Aston Villa akhirnya tiba mendekati akhir paruh pertama. Pada menit ke-40, sebuah skema serangan yang rapi dibangun oleh Lucas Digne dari sisi kiri.
Umpan silang menyusur tanah yang dikirimkannya ke arah tiang dekat sempat dipotong oleh pemain belakang Freiburg, Lukas Kubler, sehingga menghasilkan tendangan sudut.
Mengambil peran sebagai eksekutor sepak pojok, Morgan Rogers mengarahkan bola ke wilayah tepi kotak penalti Freiburg.
Tielemans yang bergerak tanpa kawalan langsung menyambut datangnya bola dengan sepakan voli akurat ke sudut kiri bawah gawang. Gol ini mengubah kedudukan Freiburg vs Aston Villa menjadi 0-1.
Aston Villa nyaris saja memperbesar keunggulan kembali melalui skema sepak pojok. Operan lambung dari Matty Cash memantul ke arah Ezri Konsa yang berada di area tiang jauh.
Walaupun dikawal secara ketat oleh Manzambi ketika berusaha menjangkau bola, dia belum mampu mengarahkan bola secara tepat menuju target.
Meski demikian, pada masa tambahan waktu babak pertama, Aston Villa berhasil menggandakan skor mereka. Emiliano Buendia mencatatkan namanya di papan skor melalui sepakan dari luar area penalti.
Usai menerima umpan dari McGinn di area kiri luar kotak penalti, dia memutar tubuhnya dan melepaskan tembakan kaki kiri melengkung ke arah pojok kanan atas gawang. Skor 2-0 bagi keunggulan Aston Villa menutup jalannya paruh pertama laga.
Memasuki paruh kedua, Freiburg yang terus tertekan terlihat kesulitan untuk mengejar ketertinggalan dari perwakilan Inggris tersebut. Sebaliknya, pasukan Unai Emery yang berhasil menambah keunggulan ketika laga memasuki pertengahan babak kedua.
Gol ketiga ini berawal dari aksi cepat Buendia di koridor kiri, yang diteruskan dengan melepaskan umpan silang mendatar ke arah tiang dekat. Morgan Rogers yang berlari kencang langsung melakukan sontekan untuk mengubahnya menjadi gol. Skor Freiburg vs Aston Villa pun kian menjauh menjadi 0-3.
The Villans sempat memperoleh peluang emas untuk menambah pundi-pundi gol pada menit ke-70. John McGinn mengirimkan operan lambung dari sepak pojok menuju tiang jauh, yang kemudian disundul oleh Onana dari sudut yang terbilang sempit. Namun, bola hasil tandukannya hanya menerpa tiang gawang Freiburg.
Keunggulan tiga gol tanpa balas milik Aston Villa ini terus bertahan sampai perangkat pertandingan meniup peluit panjang. Aston Villa secara resmi keluar sebagai kampiun Liga Europa.