Di Tengah Tekanan Rupiah, Dana Asing Mulai Masuk ke SBN

Di Tengah Tekanan Rupiah, Dana Asing Mulai Masuk ke SBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa penanam modal dari luar negeri sudah mulai mengalirkan kembali dana mereka ke pasar surat utang Indonesia saat nilai tukar rupiah sedang tertekan oleh situasi global.

Berdasarkan penjelasan Purbaya, pihak otoritas terus mengambil tindakan proaktif demi mempertahankan stabilitas sektor keuangan dalam negeri, terutama pasar surat berharga negara (SBN), dengan tujuan meredam pelarian modal yang lebih masif akibat gejolak eksternal.

“Saat rupiah gonjang-ganjing, pemerintah terpaksa melakukan inisiatif menjaga stabilitas di pasar obligasi. Kami sudah masuk sejak minggu lalu, Jumat, Senin, Selasa. Hari ini masuk Rp 1,3 triliun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dia memaparkan bahwa tindakan intervensi yang dilakukan oleh otoritas di pasar surat utang kini mulai menunjukkan hasil dengan menurunnya tingkat imbal hasil (yield) obligasi negara.

Situasi baru ini dipandang berhasil memicu kembali ketertarikan para pelaku pasar internasional terhadap instrumen keuangan yang ditawarkan oleh Indonesia.

Purbaya mengonfirmasi adanya aliran modal internasional yang mengalir ke pasar sekunder dengan nilai kisaran Rp 500 miliar serta ke pasar primer yang menyentuh angka Rp 1,3 triliun.

Oleh karena itu, akumulasi dari seluruh dana asing yang berhasil masuk diproyeksikan berada di angka Rp 1,8 triliun.

“Di tengah gonjang-ganjing tersebut, uang asing mulai masuk ke sini,” kata dia.

Dia berpendapat bahwa kondisi pasar surat utang yang kokoh memegang peranan krusial dalam merawat optimisme para investor terhadap fundamental ekonomi nasional, khususnya di periode fluktuasi sentimen global seperti sekarang.

Purbaya menyatakan dirinya secara konsisten mengawasi arus keluar-masuk modal internasional di pasar surat utang secara berkala bersama pihak Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.

“Saya monitor dari waktu ke waktu. Pagi jam 11, Pak Suminto saya telepon sudah masuk berapa. Nanti jam 4 saya telepon lagi, jam 6 saya telepon lagi,” ujar Purbaya.

Menurut pandangannya, pihak otoritas akan konsisten menerapkan kebijakan konkret demi memulihkan sentimen positif di pasar keuangan domestik dalam menghadapi tingginya tekanan dari luar.

“Kami melakukan tindakan nyata dengan mengembalikan kepercayaan pasar,” pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index