Proyek Sport Center Rp 5 Triliun di Bogor Masuk Tahap Persiapan

Proyek Sport Center Rp 5 Triliun di Bogor Masuk Tahap Persiapan
Foto site plane perkebunan sawit seluas 500 hektare di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, akan diubah menjadi kawasan sport center (FOTO: NET)

BOGOR - Proyek pembangunan pusat olahraga atau sport center nasional di wilayah Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai memasuki tahap persiapan.

Pemerintah pun menyiapkan skema pembiayaan gabungan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk konstruksi utama dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor untuk pembebasan lahan.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gunawan Suswantoro mengatakan bahwa saat ini tengah mematangkan tahap perencanaan dan sinkronisasi lintas kementerian, pemda, serta lembaga sebelum pembangunan fisik dimulai.

“Tahun ini untuk perencanaan supaya tertib (administrasinya), lebih rapi sehingga pelaksanaan pembangunan akademi olahraga ini berjalan dengan baik,” kata Gunawan usai rapat koordinasi percepatan pelaksanaan pembangunan sport center bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto di Pendopo Bupati, Cibinong, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, pembangunan fisik sport center ditargetkan berlangsung pada 2027 dan diproyeksikan rampung pada awal 2029.

Gunawan mengungkapkan, total anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp 5 triliun yang bersumber dari APBN selama tiga tahun pengerjaan.

“Selama tiga tahun itu diperkirakan sekitar Rp 5 triliun,” ujar dia.

Pemkab Bogor akan terlibat dalam dukungan administrasi dan penyediaan lahan, termasuk proses pembebasan lahan pembangunan infrastruktur sebagai penunjang menuju kawasan sport center itu.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kemenpora turut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, seperti Kementerian ATR/BPN, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), hingga Pemkab Bogor untuk menyinkronkan pembangunan kawasan olahraga dengan infrastruktur daerah.

“Tujuannya supaya (infrastruktur) jalan yang akan dibangun Pak Bupati itu bisa simultan dan efisien anggarannya,” kata Gunawan.

Sport center nasional itu akan dibangun di atas lahan perkebunan sawit milik PTPN seluas 500 hektare yang akan dialihfungsikan menjadi kawasan olahraga terpadu atau tempat Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional.

“Betul, lahan sawit yang ada diganti dengan bangunan sport center,” ujar dia.

Kawasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi pusat pelatihan olahraga nasional, tetapi juga dilengkapi sekolah olahraga tingkat SD, SMP, dan SMA untuk atlet-atlet terpilih dari seluruh Indonesia.

Selain sekolah dan asrama atlet, pemerintah juga akan membangun venue hingga fasilitas penelitian olahraga dalam satu kawasan.

“Untuk melatih atlet-atlet yang memang terpilih untuk menjadi atlet tingkat dunia. Sekolah dan venue olahraga semuanya lengkap," ucap Gunawan.

Ia mengatakan, pemerintah telah menetapkan 21 cabang olahraga (cabor) prioritas yang akan dibangun sarana dan prasarananya di kawasan sport center tersebut.

Cabor prioritas yang akan dikembangkan di kawasan ini, yakni atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai (2×2), bola basket (3×3), dayung (rowing dan canoe), tenis, anggar, gulat, equestrian, serta pencak silat.

"Terus jumlah dari cabang olahraga itu sudah ditentukan oleh Pak Presiden sejumlah 21 cabor yang nanti akan kami bangun sarana-prasarananya di 500 hektare yang sudah ditentukan oleh Bapak Presiden. Pak Presiden yang menentukan lokasi pembangunannya. Presiden sendiri yang memilih tempat itu (Rancabungur)," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut bahwa pihaknya mulai menyelaraskan pembangunan daerah dengan rencana pemerintah membangun sport center nasional di wilayahnya.

Jalur Bojonggede-Kemang (Bomang), flyover, hingga RSUD Parung akan disiapkan untuk menopang akses ke kawasan akademi olahraga nasional dan pusat pelatihan tim nasional.

Menurut Rudy, salah satu fokus utama ialah percepatan pembangunan jalur Bomang yang ditargetkan tuntas pada 2027.

"Kami juga memiliki perencanaan yang sama dari beberapa tahun sebelumnya, yaitu kami menuntaskan jalur atau jalan Bomang yang akan kami tuntaskan di 2027,” kata Rudy.

Ia menjelaskan, pada tahun ini juga pihaknya akan membangun dua jembatan di jalur Bomang.

Setelah itu, pembangunan flyover ditargetkan dimulai pada 2027.

“2026 kami membangun dua jembatan di jalur Bomang, 2027 flyover kami bangun,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga mempercepat penataan kawasan Salabenda hingga Parung yang berbatasan dengan Kota Depok.

Rudy menambahkan, pemerintah daerah juga berupaya menuntaskan Klinik Utama Rawat Inap Parung agar dapat beroperasi menjadi rumah sakit umum daerah (RSUD) Parung.

"Lalu mudah-mudahan kami juga berupaya untuk menuntaskan klinik utama rawat inap Parung agar dapat beroperasi menjadi RSUD Parung,” ucap dia.

Menurut Rudy, percepatan infrastruktur dilakukan agar kawasan Bogor bagian barat dan utara berkembang seiring pembangunan sport center nasional yang direncanakan berdiri di lahan sekitar 500 hektare di Kecamatan Rancabungur.

Ia menilai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah akan mempercepat pembangunan kawasan tersebut.

“Kami melihat bahwa wilayah Bogor bagian utara, Bogor bagian barat yang tadinya kami lakukan percepatan pembangunan hanya bisa satu langkah, dua langkah, dengan berkolaborasi dengan pemerintah pusat mungkin langkah kami bisa 10-20 langkah ke depan,” kata Rudy.

Rudy menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah sekaligus mengingatkan pentingnya komunikasi sejak awal terkait sebagian lahan dalam area perencanaan yang masih berstatus milik swasta.

"Jangan sampai program strategis nasional akhirnya niatnya baik tapi tidak direspon dengan baik karena permasalahan komunikasi dan administrasi di awal," kata Rudy.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index