Mengenal Pemilik Kota Baru Parahyangan, Kota Mandiri Terluas

Mengenal Pemilik Kota Baru Parahyangan, Kota Mandiri Terluas
Kota Baru Parahayan di Padalarang Bandung (FOTO: NET)

PADALARANG - Penduduk di wilayah Bandung Raya pastinya sudah tidak asing lagi dengan keberadaan Kota Baru Parahyangan.

Kawasan pengembangan modern ini berfungsi sebagai kota satelit yang menyokong Ibu Kota Provinsi Jawa Barat.

Bahkan, wilayah ini memegang predikat sebagai kawasan kota mandiri dengan ukuran paling luas di seluruh Bandung Raya.

Area yang terletak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat tersebut dibangun lewat konsep tempat tinggal hijau serta kawasan edukasi.

Bukan hanya sektor perumahan, di tempat ini pun tersedia pusat niaga, penginapan, fasilitas kesehatan, kompleks komersial, sampai lokasi rekreasi layaknya Wahoo Waterworld serta IKEA Kota Baru Parahyangan.

Dibalik proses pembangunan mega proyek tersebut, ada korporasi real estat yang bernama PT Belaputera Intiland.

Badan usaha ini bertindak selaku pengembang utama untuk Kota Baru Parahyangan sejak pengerjaan proyek digulirkan pada periode awal tahun 2000-an.

Berdasarkan data dari situs resmi serta laman LinkedIn milik korporasi, PT Belaputera Intiland ialah anak usaha properti yang bernaung di bawah bendera Lyman Group.

Kota Baru Parahyangan sendiri menjadi portofolio kota mandiri perdana yang digarap oleh kelompok usaha tersebut di area Bandung Raya.

Total luas kawasan ini menyentuh angka berkisar 1.250 hektar, yang di dalamnya sudah mencakup area telaga seluas kurang lebih 200 hektar.

Sepanjang masa pengembangannya, Kota Baru Parahyangan menerapkan visi berupa "kota mandiri berwawasan pendidikan".

Oleh sebab itu, beragam sarana edukasi, taman terbuka hijau, zona bisnis, tempat hiburan, hingga sarana olahraga didirikan secara lengkap di dalam lingkungan tersebut.

Kelompok bisnis ini telah eksis sejak tahun 1959 dan pada masa awal beroperasi fokus pada sektor niaga komoditas hasil bumi sebelum akhirnya melebarkan sayap ke lini bisnis lain layaknya properti, perkayuan, material bangunan, logistik, hingga sektor minyak dan gas bumi.

Sebelum menggunakan nama Lyman Group, gurita bisnis ini pada mulanya bernama Satya Djaya Raya (SDR) Group.

Di lain sisi, eksekusi dari megaproyek Kota Baru Parahyangan dikelola lewat anak perusahaannya, yakni PT Belaputera Intiland atau PT Bela Parahiyangan Investindo.

Sosok pemegang saham pertama sekaligus sang kreator dari perusahaan ini ialah seorang pebisnis bernama Susanta Lyman pada tahun 1959.

Kendati demikian, roda bisnis Lyman Group saat ini diteruskan oleh keturunan generasi kedua, dengan salah satu sosok pengendalinya yaitu Osbert Lyman.

Media Forbes pun sempat berulang kali mencantumkan nama Osbert Lyman ke dalam jajaran 50 orang paling kaya di Indonesia.

Sebagai ilustrasi pada tahun 2021, majalah ekonomi tersebut mengompilasi total harta milik Osbert Lyman menembus angka 800 juta dollar AS.

Dalam proses perkembangannya, manajemen korporasi ini juga sempat beberapa kali dinakhodai oleh figur-figur ahli di bidang tata kelola properti.

Salah satunya ialah Sanusi Tanawi yang tercatat pernah memegang posisi sebagai Presiden Direktur di PT Belaputera Intiland.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index