JAKARTA - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa Polri bakal menyiapkan 28 gudang ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia guna memaksimalkan hasil panen.
Hingga saat ini, lembaga kepolisian sudah membangun 18 gudang penyimpanan di atas lahan milik Polri yang tersebar pada 12 provinsi.
Tindakan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Perum Bulog untuk mengantisipasi potensi lonjakan volume hasil panen masyarakat.
"Dilaksanakan groundbreaking secara serentak pembangunan 10 gudang ketahanan pangan, sehingga total gudang ketahanan pangan Polri nantinya akan mencapai 28 unit," kata Sigit dalam keterangan yang diterima di Jakarta. Laporan itu disampaikan secara langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto ketika menghadiri agenda panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan Polri, serta peresmian operasional 166 SPPG Polri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu.
Ia memastikan bahwa peletakan batu pertama untuk pembangunan 10 gudang ketahanan Polri itu dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.
Fasilitas penyimpanan itu dirancang mempunyai daya tampung masing-masing sebesar 1.000 ton.
Bukan cuma itu, ada pula satu unit gudang berkapasitas 10.000 ton yang ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa pembuatan gudang-gudang ini bertujuan meningkatkan kapasitas tampung demi menjaga stabilitas pasokan pangan di setiap daerah.
Bukan hanya jagung, komoditas pangan lain semisal beras dan hasil bumi lainnya juga bakal ditampung di fasilitas tersebut.
"Polri berkomitmen untuk terus mendukung dan mewujudkan ekosistem pertanian jagung secara menyeluruh, mulai dari hulu sampai dengan hilir, meliputi penyiapan lahan, penyediaan bibit, penanaman, perawatan, hingga memastikan penyerapan hasil panen," kata dia.