SPANYOL - Pemerintah Spanyol mengawali proses evakuasi bagi para penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak serangan wabah hantavirus setelah kapal tersebut bersandar di perairan Tenerife, Kepulauan Canary, pada Minggu (10/5/2026).
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, menyebutkan bahwa tindakan evakuasi berlangsung dengan normal dan hingga saat ini seluruh penumpang tidak menunjukkan tanda-tanda sakit atau berstatus asimptomatik.
Melalui pantauan kamera jarak jauh, terlihat para penumpang berada di area dek serta jendela kapal dengan mengenakan masker medis.
Berdasarkan laporan BBC, pada fase awal pemindahan, sejumlah orang tampak berada di kapal evakuasi dengan pengaturan jarak tertentu sembari mendokumentasikan proses menuju daratan.
Begitu sampai di dermaga, mereka langsung disambut oleh barisan petugas yang menggunakan baju pelindung lengkap berwarna putih.
Proses pemindahan dilakukan secara bertahap menggunakan kapal-kapal kecil yang dikelompokkan berdasarkan kewarganegaraan masing-masing.
Para penumpang kemudian dibawa menggunakan bus menuju bandara untuk dipulangkan ke negara asal lewat penerbangan carter.
Rekaman di area bandara memperlihatkan petugas membantu penumpang mengenakan baju hazmat sebelum dilakukan penyemprotan disinfektan saat hendak naik ke pesawat.
Sebanyak 14 warga Spanyol menjadi rombongan pertama yang dievakuasi, disusul oleh warga Belanda, Yunani, Jerman, serta kru kapal, sementara jadwal penerbangan terakhir menuju Australia dipersiapkan pada hari Senin.
Kapal MV Hondius sendiri tiba di Pelabuhan Granadilla sebelum subuh pada Minggu (10/5/2026), tepat satu bulan setelah adanya laporan kasus kematian pertama di atas kapal.
Saat pagi hari, kapal tersebut tampak berlabuh dengan pengawalan ketat polisi militer sementara tim di darat telah bersiap mengevakuasi lebih dari 100 orang.
Tim medis mulai naik ke atas kapal sekitar pukul 07.00 waktu setempat guna memeriksa kondisi kesehatan seluruh penumpang.
Pihak otoritas Spanyol menetapkan zona aman sejauh satu mil laut di sekeliling kapal agar kapal tidak merapat secara langsung ke pelabuhan.
Di daratan, Rumah Sakit Candelaria di Tenerife telah menyiagakan puluhan dokter intensif untuk mengantisipasi adanya penumpang yang jatuh sakit.
Telah disiapkan pula fasilitas isolasi khusus yang dilengkapi dengan ventilator serta peralatan penanganan penyakit menular.
“Kami benar-benar siap,” kata kepala dokter intensif Mar Martín.
Mar Martín memberikan penekanan bahwa walaupun tim medis belum pernah menangani hantavirus, mereka sudah berpengalaman menghadapi virus dengan komplikasi serupa.
Menteri Kesehatan Spanyol menilai operasi ini sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena tingkat kompleksitas dan skala internasionalnya.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang berada di lokasi memberikan pujian atas respons pemerintah Spanyol yang terkoordinasi dengan baik.
Melansir Reuters, ia mengimbau agar publik tidak panik meskipun rasa khawatir merupakan hal yang wajar setelah adanya pandemi Covid-19.
Pihak WHO menegaskan risiko penularan yang luas masih rendah, namun para penumpang tetap diperlakukan sebagai kontak dengan risiko tinggi.
Wabah ini diperkirakan bersumber dari lokasi pembuangan sampah di Argentina yang menjadi sarang tikus pembawa virus Andes.
Hingga saat ini, tercatat ada tiga penumpang yang dinyatakan meninggal dunia akibat wabah di dalam kapal pesiar tersebut.
Meskipun evakuasi dilakukan dengan protokol yang sangat ketat, bagi para penumpang, hal ini adalah akhir dari ketidakpastian panjang di laut meski harus menghadapi masa karantina di daratan.