Pantau Jalan Provinsi, Kirab Mahkota Binokasih Bukan Sekadar Pawai

Pantau Jalan Provinsi, Kirab Mahkota Binokasih Bukan Sekadar Pawai
Sekda Jawa Barat Herman Suryatman sebut Kirab Mahkota Binokasih jadi momentum cek proyek infrastruktur.

BANDUNG - Pemprov Jawa Barat memanfaatkan Kirab Mahkota Binokasih untuk memantau langsung kondisi jalan provinsi dan proyek infrastruktur demi keselamatan publik.

Agenda budaya yang berlangsung selama 17 hari ini dialihfungsikan sebagai sarana pengawasan tata ruang jalan di wilayah Sumedang hingga Majalengka.

Herman Suryatman menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas publik di sepanjang rute kirab berfungsi dengan optimal.

"Kami menemukan spanduk yang dipaku di pohon, langsung kami tertibkan. Kami juga menemukan warung tahu yang posisi penggorengannya terlalu dekat dengan pohon mahoni hingga batangnya menghitam. Jika dibiarkan, pohon besar tersebut bisa mati dan membahayakan pengguna jalan," kata Herman, Selasa (5/5/2026).

Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada kelestarian vegetasi di bahu jalan agar tidak merusak ekosistem pendukung struktur aspal.

Selain masalah estetika dan ketertiban, tim teknis juga menyoroti ancaman kerusakan lingkungan di area perbukitan Situraja.

Sekda Jawa Barat tersebut mengkhawatirkan aktivitas penebangan pohon di tebing sempadan yang dapat memicu bencana alam saat cuaca ekstrem melanda.

Bahaya tanah longsor menjadi ancaman serius yang bisa memutuskan akses transportasi utama antar kabupaten jika area resapan terus digerus.

Petugas di lapangan kini tengah melakukan verifikasi terhadap status kepemilikan lahan guna mengambil tindakan penertiban yang sesuai prosedur hukum.

Pemeriksaan infrastruktur kemudian berlanjut ke wilayah Lemahsugih untuk melihat progres pembangunan dinding penahan tanah serta saluran pembuangan air.

Herman Suryatman berpendapat bahwa relokasi rumah warga yang berada di bibir tebing sangat krusial dilakukan demi menjamin keselamatan jiwa penghuninya.

Pemerintah berencana memberikan dana kompensasi kepada pemilik bangunan agar area rawan tersebut bisa dialihfungsikan sebagai penguat tebing jalan.

Proses pendekatan secara personal telah dilakukan agar warga bersedia pindah ke lokasi yang lebih aman secara sukarela dalam waktu dekat.

Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang nantinya akan mengambil alih lahan tersebut untuk dikelola sebagai aset daerah yang mendukung stabilitas konstruksi jalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index