Kampus Makin Inklusif, Teman Tuli Kini Tak Perlu Ragu Kuliah Tinggi

Kampus Makin Inklusif, Teman Tuli Kini Tak Perlu Ragu Kuliah Tinggi
Kampus Kian Inklusif, Teman Tuli Tak Perlu Ragu Kenyam Pendidikan Tinggi (FOTO: NET)

JAKARTA - Teman Tuli tidak perlu merasa bimbang untuk meneruskan studi ke jenjang perguruan tinggi lantaran situasi kampus saat ini semakin inklusif.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Hasbi Ridla Ilahi, seorang wisudawan Tuli yang berhasil menyelesaikan studi dari program studi Kearsipan Digital Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Selasa, 5 Mei 2026.

“Bagi saya seorang Tuli, informasi sangat sulit saya dapatkan. Banyak tantangan yang saya hadapi, mengalami sejumlah hambatan dalam mengikuti perkuliahan di awal. Ada rasa ingin mundur karena merasa tidak sesuai. Saya merasa tidak cocok berada di sini,” ujar Hasbi dalam pidato wisuda seperti diinterpretasi Juru Bahasa Isyarat (JBI) Fransisca Octi mengutip laman resmi, Sabtu (9/5/2026).

Akan tetapi, Hasbi menerangkan bahwa pihak kampus rupanya sangat memperhatikan aspek aksesibilitas yang ia perlukan.

Tersedia akses bahasa isyarat serta bantuan JBI yang mendampinginya dalam menyerap informasi, baik ketika berada di dalam kelas maupun di luar kelas.

Hasbi tercatat menjadi wisudawan Tuli perdana yang diberikan kesempatan menyampaikan pidato mewakili para wisudawan di universitas tersebut.

Melalui pidatonya, ia pun memberikan apresiasi mendalam kepada para dosen serta rekan mahasiswa yang mendukungnya selama masa kuliah, sekaligus berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu menyediakan kebutuhan aksesibilitas.

Hasbi turut mengajak para orang tua serta masyarakat luas untuk terus mendukung dan membuka kesempatan bagi teman-teman disabilitas agar mendapatkan hak pendidikan yang lebih layak.

“Saya Tuli, saya bisa wisuda hari ini, dan saya bangga bisa wisuda bersama teman-teman semua,” ungkap Hasbi.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menegaskan bahwa institusinya mendidik para lulusan bukan sekadar sebagai pencari kerja, melainkan sosok pencipta nilai.

Ia menaruh harapan agar para lulusan tidak hanya mengikuti arus perubahan, namun mampu menjadi pemimpin perubahan dan memiliki kompetensi yang sejajar di tingkat global.

“Teruslah belajar dan beradaptasi, jagalah integritas dalam dunia yang penuh tekanan, dan jadikan pengabdian sebagai orientasi,” pesan Rektor ketika melantik 2.028 wisudawan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index