SERANG – Kabupaten Tangerang mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp17,41 triliun pada triwulan I 2026, menjadi yang tertinggi di wilayah Provinsi Banten.
Capaian fantastis ini bahkan menyentuh angka hampir separuh dari total akumulasi modal yang masuk ke seluruh wilayah Banten.
Virgojanti berpendapat, bahwa dominasi Kabupaten Tangerang sebagai magnet utama bagi para pemilik modal dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur pendukung yang sangat matang.
"Kabupaten Tangerang masih menjadi magnet investasi karena terdapat kawasan industri yang berkembang dan akses infrastruktur yang memadai," ujar Virgojanti, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Rabu (6/5/2026).
Peringkat kedua dalam daftar daerah tujuan modal ditempati oleh Kota Tangerang yang mengumpulkan angka 5,45 triliun rupiah.
Kota Cilegon menyusul di posisi berikutnya dengan perolehan sebesar 4,30 triliun rupiah.
Kabupaten Serang berada di urutan selanjutnya lewat catatan modal masuk sebanyak 3,62 triliun rupiah.
Sementara itu, Kota Tangerang Selatan berhasil mengamankan nilai sebesar 2,47 triliun rupiah.
Angka yang lebih kecil terlihat di wilayah Banten selatan, seperti Kabupaten Lebak yang mencatatkan 0,58 triliun rupiah.
Kota Serang menyumbang 0,30 triliun rupiah terhadap total investasi daerah.
Kabupaten Pandeglang berada di posisi terbawah dengan nilai 0,23 triliun rupiah.
Pemerintah daerah saat ini sedang berupaya keras untuk mengarahkan minat para investor ke wilayah selatan demi keseimbangan ekonomi.
Potensi wisata alam dan sektor hilirisasi menjadi komoditas utama yang ditawarkan kepada pemodal asing untuk melirik Lebak dan Pandeglang.
Tujuan besar dari langkah ini adalah agar pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya terpusat di wilayah Tangerang Raya semata.