SEMARANG - Kawasan Kota Lama Semarang dan Candi Prambanan masih menjadi destinasi wisata utama bagi wisatawan nusantara selama periode libur sekolah 2026 di Jawa Tengah.
Kedua destinasi tersebut berhasil mencatatkan total kunjungan hingga 527.000 wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyatakan bahwa pendataan jumlah kunjungan di 35 kabupaten/kota saat ini masih terus berjalan.
Hingga kini, kedua destinasi tersebut masih memimpin capaian kunjungan terbanyak.
"Ini belum selesai (libur sekolah). Tetapi ini sudah ada sedikit yang kami bisa lihat, kunjungannya cukup naik dan naiknya cukup signifikan juga," ujar Hanung melalui sambungan telepon, Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan data sementara, Kota Lama Semarang menempati urutan pertama dengan 275.941 kunjungan wisatawan nusantara.
Posisi kedua ditempati oleh Candi Prambanan di Kabupaten Klaten dengan jumlah 251.475 kunjungan.
Peringkat ketiga diisi oleh wisata religi Makam Aulia Syeh Maulana Maghribi di Kabupaten Batang dengan 175.722 wisatawan.
Selanjutnya, Kawasan Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara berada di urutan keempat dengan 116.828 kunjungan.
Urutan kelima diisi oleh Kawasan Rowo Jombor di Kabupaten Klaten yang mencatat 77.400 wisatawan nusantara.
Menurut Hanung, tingginya angka kunjungan ke Kota Lama tercermin dari rata-rata jumlah wisatawan harian selama masa liburan.
"Ini salah satunya di Kota Lama yang memang luar biasa kalau kami lihat kunjungannya. Ini rata-rata itu 21.700 per hari, meningkat sekitar 40 sampai 50 persen."
"Wisatawan Nusantara saja sudah mencapai 235.900 berarti hampir sudah 236.000, ini sudah banyak. Wisatawan mancanegara sedikit sih, 2.400-an," jelasnya.
Ia menilai capaian ini membuktikan bahwa daya tarik Kota Lama sebagai destinasi wisata sejarah tetap sangat kuat.
Tingginya jumlah peminat tersebut turut memberikan dampak positif bagi ekonomi pelaku usaha serta UMKM di sekitar kawasan tersebut.
Meski begitu, Hanung menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara mengingat masa liburan masih berlangsung.
Disbudparekraf Jawa Tengah saat ini masih melakukan rekapitulasi data dari seluruh daerah sebelum merilis angka kunjungan final selama libur sekolah.
"Ini datanya masih bergerak. Nanti coba setelah liburan kan sudah hampir selesai, nanti kami akan rekap di posisi bulan Juli pertengahan, ya jadi tanggal 13 sampai 15 nanti," tuturnya.
Lebih lanjut, wilayah pesisir selatan seperti Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo dilaporkan mengalami lonjakan kunjungan yang cukup masif.
"Sedikit pergeseran itu ada di pantai selatan. Jadi di Purworejo dan juga di Kebumen ini cukup tinggi, cukup naik dari pantauan kami. Sekarang cukup banyak yang wisata di sana," imbuhnya.
Ia menilai tren ini didorong oleh keinginan wisatawan domestik yang mulai mengeksplorasi objek wisata baru di luar destinasi arus utama, menjadikan perpaduan alam terbuka di Pantai Selatan sebagai magnet baru.