Resmi, Ronald Koeman Tinggalkan Kursi Pelatih Timnas Belanda

Rabu, 01 Juli 2026 | 11:28:39 WIB
Pelatih Timnas Belanda (FOTO: NET)

JAKARTA - Ronald Koeman secara resmi telah meletakkan jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas Belanda.

Keputusan mundur tersebut diambil menyusul kegagalan Timnas Belanda melaju di Piala Dunia 2026.

Situasi tersebut kemudian memicu serangkaian tindakan pelecehan rasial yang menargetkan beberapa pemain Timnas Belanda.

Langkah tim asuhan Ronald Koeman terhenti secara dramatis pada babak 32 besar saat menghadapi Maroko.

Dalam pertandingan di Monterrey, Belanda sempat menahan imbang lawan dengan skor 1-1 hingga perpanjangan waktu berakhir, sebelum akhirnya kalah melalui drama adu penalti.

Sebelum hasil mengecewakan ini, performa Belanda sebenarnya cukup impresif.

Mereka berhasil lolos ke babak 32 besar setelah memimpin klasemen akhir Grup F, termasuk dengan mencatatkan kemenangan telak 5-1 atas Swedia.

Dalam laga kontra Maroko, kemenangan yang sudah di depan mata sirna seketika saat Issa Diop mencetak gol penyama kedudukan di waktu tambahan, yang memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti.

Dalam fase penalti, tiga eksekutor muda, yakni Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville, gagal memasukkan bola ke gawang lawan.

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melaporkan bahwa kegagalan tersebut segera memicu gelombang serangan siber berisi komentar diskriminatif, rasial, dan kebencian di media sosial terhadap ketiga pemain tersebut.

Pihak KNVB mengutuk keras kejadian ini dan menegaskan komitmen untuk menempuh jalur hukum guna memidanakan para pelaku.

"Kami menganggap ini mengerikan," kata KNVB dikutip dari BBC Sport, Rabu (1/7/2026). "Setelah laporan diajukan, staf hukum akan menilai apakah pernyataan tersebut merupakan pelanggaran yang dapat dihukum."

"Hal ini dapat menyebabkan pengaduan resmi diajukan ke Kejaksaan, yang kemudian dapat memulai penyelidikan kriminal," lanjut pernyataan KNVB

Insiden ini mengingatkan kembali pada memori kelam di final Kejuaraan Eropa 2021, di mana pemain Inggris seperti Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho juga menerima pelecehan rasial usai gagal penalti melawan Italia.

Kasus tersebut kala itu berakhir dengan hukuman penjara dan percobaan bagi para pelakunya.

"Sepak bola menyatukan jutaan orang dari berbagai latar belakang, sedangkan diskriminasi justru sebaliknya. Oleh karena itu, hal ini bertentangan dengan semua nilai yang dianut sepak bola," tegas KNVB.

Pelatih berusia 63 tahun itu tidak hanya melepaskan jabatan keduanya di tim nasional, tetapi juga memberikan indikasi kuat untuk pensiun dari dunia manajerial.

Keputusan tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi keluarga, terutama istrinya, Bartina Koeman, yang baru saja didiagnosis menderita kanker payudara.

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, mantan juru taktik Barcelona tersebut mengungkapkan perasaannya.

"Melihat kembali perjalanan karier saya, saya merasa sangat bangga," ungkap Ronald Koeman.

"Saya telah bekerja dengan klub dan orang-orang yang membentuk saya dan memberi saya kenangan yang akan saya hargai seumur hidup."

"Kami semua memimpikan Piala Dunia di mana kami akan menulis sejarah. Itu tidak terjadi. Tidak ada yang lebih kecewa tentang hal itu selain saya."

"Tahun-tahun terakhir ini membuatku menyadari kembali bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada sepak bola. Sepak bola telah menjadi hidupku, tetapi kesehatan tak ternilai harganya. Ketika seseorang yang kau cintai sedang berjuang melawan penyakit yang berat, perspektifmu akan berubah."

Terkini