JAKARTA - Pengguna jalan yang beraktivitas di Jakarta Pusat perlu mengatur ulang rute perjalanan pada Rabu (17/6/2026).
Pasalnya, terdapat lima aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik strategis dan berpotensi memicu kepadatan lalu lintas.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, aksi pertama digelar oleh Aliansi Masyarakat Jakarta Timur di Jalan Medan Merdeka Selatan atau sisi selatan Monas pada pukul 10.00 WIB.
"Unjuk rasa kedua, ada Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jakarta Peduli Indonesia di Gedung DPR/MPR RI pukul 10.00 WIB," ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/6/2026).
Selanjutnya, aksi unjuk rasa berlangsung di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih, Menteng, mulai pukul 11.00 WIB.
Kemudian pada pukul 13.00 WIB, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jakarta Selatan menggelar demonstrasi di depan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jalan Lapangan Banteng Timur.
Sebanyak 4.576 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi.
Adapun rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional menyesuaikan kondisi dan jumlah massa di lapangan.
Salah satu lokasi yang perlu diantisipasi pengendara adalah kawasan Bundaran HI.
Titik ini merupakan simpul lalu lintas yang menghubungkan Jalan MH Thamrin, Jenderal Sudirman, hingga sejumlah ruas menuju Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pengendara dapat memanfaatkan sejumlah jalur alternatif berikut:
Bagi pengendara dari arah Blok M, Senayan, atau Pancoran yang hendak menuju Gambir, Pasar Baru, maupun Gunung Sahari, sebaiknya menghindari koridor Sudirman-Thamrin.
Jalan Gatot Subroto - Jalan MT Haryono - Cikini - Salemba
Jalan HR Rasuna Said - Jalan Prof Dr Satrio - Casablanca - Menteng
Jalan HR Rasuna Said - Jalan Diponegoro - Salemba
Tomang - Harmoni - Juanda - Pasar Baru
Slipi - Palmerah - Pejompongan - Senen
Tomang - S Parman - Gunung Sahari
Slipi - Palmerah - Tanah Abang - Kebon Sirih
Tomang - Abdul Muis - Juanda - Cikini
Sementara itu, pengendara dari arah Bekasi, Kelapa Gading, Tanjung Priok, maupun Cempaka Putih yang menuju Jakarta Selatan dapat memanfaatkan jalur non-Thamrin.
Cempaka Putih - Pramuka - Matraman - Kampung Melayu - Gatot Subroto
Kelapa Gading - Yos Sudarso - Tol Dalam Kota - Gatot Subroto
Tanjung Priok - Tol Pelabuhan - Semanggi
Sedangkan untuk tujuan Menteng dan Cikini, pengendara dapat memanfaatkan koridor Jalan Pramuka, Salemba, atau Diponegoro.
BEM SI) memberikan ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk segera mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp 18.000.
Selain Bundaran HI, empat titik aksi lainnya berada di kawasan Jakarta Pusat yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan perkantoran.
Lokasi tersebut meliputi Gedung DPR/MPR RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Lapangan Banteng Timur.
Bagi pengendara yang melintas dari arah Semanggi menuju pusat kota, sejumlah rute berikut dapat menjadi pilihan:
Semanggi - Jalan HR Rasuna Said - Jalan Prof Dr Satrio - Casablanca - Menteng
Semanggi - Jalan MT Haryono - Cikini - Menteng
Semanggi - Jalan KH Mas Mansyur - Tanah Abang - Harmoni
Harmoni - Jalan Juanda - Pasar Senen - Salemba
Harmoni - Jalan Suryopranoto - Tomang - Slipi
Cikini - Jalan Diponegoro - Salemba - Matraman
Menteng - Jalan Teuku Umar - Jalan Cut Mutiah - Jalan Suprapto