Riset: Tanaman Makin Hemat Air Akibat Pemanasan Global

Riset: Tanaman Makin Hemat Air Akibat Pemanasan Global
Petani rumput laut sedang beraktivitas di di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Sabu Raijua (FOTO: NET)

BEIJING - Kalangan ilmuwan selama ini meyakini bahwa tumbuh-tumbuhan akan mengatasi tren kenaikan suhu dengan cara mendongkrak suhu optimal mereka untuk melangsungkan proses fotosintesis.

Namun, hasil temuan ilmiah paling baru yang telah resmi diterbitkan dalam jurnal akademik One Earth justru menyangkal asumsi yang telah lama dipercaya oleh publik tersebut.

Untuk menguji teori tersebut, para anggota tim peneliti melakukan analisis terhadap himpunan data hasil observasi global berbasis daratan serta satelit yang dihimpun dalam kurun waktu dua dekade dari tahun 2000 hingga 2019.

Hasil dari riset itu menemukan fakta bahwa meskipun kondisi ekosistem di seluruh dunia meningkatkan kapasitas tanaman dalam menyerap kandungan karbon dioksida, tingkat suhu optimal untuk keperluan proses fotosintesis secara umum terpantau tidak bergeser, khususnya pada kawasan gersang serta beriklim dingin.

Para peneliti menarik kesimpulan bahwa faktor adaptasi terhadap suhu hanya memberikan kontribusi kurang dari 20 persen terhadap fenomena kenaikan angka penyerapan karbon secara global.

Lonjakan angka penyerapan zat karbon tersebut pada kenyataannya justru didukung penuh oleh kemampuan tanaman dalam memanfaatkan unsur air secara jauh lebih efektif dan memperlebar area kanopi mereka dengan cara memproduksi kuantitas daun yang lebih melimpah.

Langkah pemanfaatan unsur air dengan kualitas yang lebih baik terbukti berubah menjadi elemen paling krusial di berbagai ranah lingkungan yang berbeda.

Berdasarkan pemaparan dari para peneliti, hasil temuan ini memperlihatkan bahwasanya rancangan model iklim untuk masa-masa mendatang ada baiknya lebih mencurahkan fokus pada cara tumbuh-tumbuhan dalam mengelola air serta jalannya proses pertumbuhan, ketimbang sekadar bertumpu pada aspek respons tumbuh-tumbuhan terhadap variabel suhu.

Lebih mendalam menurut penjelasan para peneliti, hasil temuan mereka ini dapat menuntun menuju formula prediksi yang jauh lebih presisi mengenai kemampuan alami yang dimiliki Planet Bumi dalam menyerap unsur karbon dioksida sekaligus membantu proses evaluasi secara lebih optimal terhadap sistem umpan balik rumit yang bakal membentuk kondisi iklim di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index