TOKYO - Segenap negara kepulauan pada Kamis (4/6) mencapai kesepakatan untuk menginisiasi pembentukan dana dukungan bagi program konservasi maritim yang menjadi bagian dari rencana aksi yang diumumkan pada sesi penutupan konferensi berdurasi dua hari di Tokyo, Jepang.
Dalam rangkaian agenda peresmian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelautan Negara Kepulauan (Island States Ocean Summit) yang pertama tersebut, para anggota yang hadir saling mengutarakan rasa cemas bahwa ekosistem laut tengah mendapati krisis yang kian memburuk sebagai akibat dari pergeseran iklim, mandeknya forum diskusi internasional, serta minimnya ketersediaan tenaga ahli.
Para delegasi yang hadir menyetujui bahwasanya langkah nyata teramat mendesak untuk dilakukan dan memosisikan forum konferensi tersebut sebagai sebuah sistem kerja baru bagi jalinan kerja sama internasional dalam menanggulangi tantangan pelik tersebut.
Alokasi dana tersebut bakal diinisiasi secara bersama oleh lembaga yayasan filantropi paling besar di Jepang, yakni Nippon Foundation, bersanding dengan Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO yang mana keduanya bertindak sebagai penyelenggara acara tersebut.
Lembaga yayasan tersebut bakal mengulurkan kontribusi dana senilai 100 juta dolar AS dalam jangka waktu 10 tahun ke depan guna menyokong berjalannya rencana aksi tersebut, berdasarkan penjelasan Ketua Kehormatan Nippon Foundation Yohei Sasakawa.
Agenda rencana aksi itu turut memberikan mandat bagi dilaksanakannya program pelatihan sumber daya manusia di berbagai wilayah negara kepulauan serta pendirian pusat pengolahan data di Tokyo guna mengumpulkan informasi berkala mengenai tren kenaikan permukaan laut dan kondisi topografi dasar laut.
Gelaran Konferensi Kelautan Negara Kepulauan ini sukses mempertemukan berkisar 300 orang perwakilan yang berasal dari lebih dari 30 negara kepulauan, tidak terkecuali wilayah negara-negara di kawasan Samudra Pasifik, Samudra Hindia, hingga area Laut Karibia.