Warga Jayapura Temukan Dua Mortir Sisa Perang Dunia II saat Garap Lahan

Warga Jayapura Temukan Dua Mortir Sisa Perang Dunia II saat Garap Lahan
2 mortir peninggalan Perang Dunia II ditemukan di Jayapura (FOTO: NET)

JAYAPURA - Personel Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua mengamankan dua buah mortir peninggalan masa Perang Dunia (PD) II yang didapati oleh warga di wilayah Kabupaten Jayapura, Papua.

Dua buah amunisi mortir tersebut tidak sengaja ditemukan oleh warga lokal yang tengah mengolah lahan pertanian di daerah Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.

Setelah menerima laporan warga terkait penemuan tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan sterilisasi dan pengamanan di sekitar lokasi demi mencegah hal-alih berbahaya yang tidak diinginkan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menjelaskan bahwa laporan awal mengenai penemuan mortir sisa PD II ini diterima dari warga pada Rabu (3/6/2026) malam.

Menurut penjelasannya, dua objek mortir tersebut ditemukan di kawasan Distrik Parako 3 Pasgat, tidak jauh dari area Lapangan Tembak Lanud Silas Papare, Kampung Doyo Baru Hinekombe, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.

"Amunisi yang ditemukan jenis mortir merupakan peninggalan perang dunia kedua," ujarnya, Kamis (4/6/2026), dilansir dari Antara.

Begitu mendapatkan informasi berharga dari warga, aparat kepolisian langsung mengambil langkah preventif dengan memblokade jalan masuk menuju lokasi penemuan benda tersebut.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pun diminta untuk menjauh dari batas aman area guna menghindari potensi bahaya ledakan dari proyektil militer lawas tersebut.

Selain kasus penemuan dua mortir di lahan warga ini, aparat kepolisian setempat sebelumnya juga baru saja menangani temuan bahan peledak lain yang diyakini kuat sebagai sisa-sisa peninggalan masa Perang Dunia II di Kabupaten Jayapura.

Cahyo menjabarkan bahwa satu hari sebelum peristiwa tersebut, tepatnya pada Selasa (2/6/2026), warga juga menemukan UXO (Unexploded Ordnance) atau bom yang belum meledak di sekitar aliran Sungai Aryau, Kompleks BTN Dunlop, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Benda sisa perang dunia itu diketahui merupakan UXO tipe Incendiary MK.

28 USN (Air Craft) yang diindikasikan masih dalam kondisi aktif dan sangat berisiko mengancam keselamatan penduduk di sekitar tempat penemuan.

Berdasarkan hasil analisis dan identifikasi petugas di lapangan, bom tua tersebut sangat berisiko tinggi dan berbahaya jika dievakuasi atau dipindahkan ke tempat lain.

Oleh karena itu, Tim Jibom Gegana Brimob Polda Papua memutuskan untuk melakukan tindakan disposal atau peledakan langsung di lokasi penemuan sesuai dengan SOP penanganan bahan peledak.

"Proses disposal dilaksanakan dalam dua tahap dan berjalan dengan aman serta terkendali, tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar," tutup Cahyo

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index