JAKARTA - Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan oleh beredarnya sebuah tembang berjudul 'My Little Bolu Ketan' yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Lagu tersebut pada awalnya dianggap mengandung sindiran halus, namun Partai Golkar berhasil mengelolanya sehingga berbalik menjadi sentimen yang bernilai positif.
"Munculnya lagu-lagu yang lagi viral di medsos itu mungkin niat awalnya ingin menyindir dengan nada satire ke Bahlil. Tapi realitanya lagu itu kemudian easy listening dan disukai publik yang semarak. Percakapan medsos hari ini didominasi oleh lagu soal Bahlil yang penuh jenaka. Itu artinya, secara tak langsung publik mulai menyukai Bahlil sebagai komoditas politik. Alam bawah sadar publik kena sihir oleh pesona Bahlil," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).
Adi menilai bahwa perubahan tren dari yang semula satire menjadi bermuatan positif ini tidak lepas dari peran aktif Partai Golkar.
Ia menjelaskan bahwa Golkar berulang kali mampu membalikkan hembusan isu miring menjadi hal yang menguntungkan bagi citra Bahlil.
"Ini bagian dari cara Golkar mengelola isu negatif menjadi isu positif soal Bahlil. Harus diakui awal-awal jadi menteri Bahlil memang kerap dikritik dan dibully, tapi secara perlahan kritikan itu berubah menjadi sesuatu yang bernada positif ke Bahlil. Dan Bahlil selalu jadi spotlight pembicaraan politik yang aktual," ucap dia.
Lebih lanjut, Adi menyebutkan banyak pihak yang melupakan rekam jejak panjang Bahlil di panggung politik tanah air.
Menurutnya, pengalaman yang matang tersebut menjadi modal utama Bahlil sehingga dijuluki sebagai sosok yang andal dalam mengolah keadaan.
"Realita ini menjadi penegas betapa Bahlil si raja olah-olah, jago memainkan percaturan politik. Termasuk yang dulunya kerap dikritik, kini viral jadi percakapan publik melalui lagu," tutur dia.
Meskipun tren citranya membaik, Adi berpendapat melonjaknya persepsi positif terhadap Bahlil ini bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan untuk kontestasi politik pada tahun 2029 mendatang.
Berdasarkan analisisnya, posisi Prabowo Subianto dirasa masih sangat kokoh tanpa ada figur pesaing lain yang sepadan pada pemilu 2029 nanti.
"Tidak sejauh itu, spotlight ini menandakan bahwa Bahlil menjadi fenomena baru saja dalam politik mengingat posisinya sebagai Menteri ESDM and Ketum Golkar. Kalau di pemilu 2029, Prabowo nyaris tanpa lawan tanding sepadan. Tertinggal jauh dari figur Prabowo yang semakin menguat dukungan publiknya," ujarnya.
Sebagai informasi tambahan, dunia maya akhir-akhir ini memang diramaikan oleh kehadiran sebuah lagu bertajuk 'My Little Bolu Ketan' yang banyak dibahas oleh warganet.
Karya musik tersebut secara khusus dialamatkan kepada sosok Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang kini juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Dalam potongan video yang viral di platform Instagram dan TikTok, lagu tersebut memuat lirik: "MBG: Mas Bahlil Ganteng, buah apa yang paling manis buaahhlil, tambah ganteng aja, my little bolu ketan," yang menjadi petikan lirik viral di kalangan netizen.
Adapun untaian lirik dari bait lagu itu sebenarnya merupakan kumpulan dari ragam komentar netizen di media sosial yang kemudian dirangkai menjadi sebuah lagu.
Sekretaris Jenderal Golkar, Muhammad Sarmuji, turut memberikan respons resmi terkait fenomena viralnya lagu Mas Bahlil Ganteng tersebut.
Sarmuji menegaskan bahwa internal Partai Golkar sama sekali tidak merasa terganggu dengan populernya lagu tersebut.
Ia menambahkan bahwa lagu yang ditujukan untuk Ketua Umumnya itu dinilai memiliki unsur yang cukup menghibur bagi masyarakat luas.
"Lagunya sendiri cukup 'cute' dan menghibur. Bagi kami kalau rakyat senang, Golkar juga senang. Nggak masalah. Kalau orang lain happy, kami happy," kata Sarmuji kepada wartawan, Rabu (27/5/26).