Warga Pati Protes Pencemaran Sungai Mbango dengan Spanduk Sindiran

Warga Pati Protes Pencemaran Sungai Mbango dengan Spanduk Sindiran
Protes Warga Pati Atas Pencemaran Sungai (FOTO: NET)

PATI - Masyarakat Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati mengeluhkan pencemaran limbah yang disinyalir berasal dari industri tapioka dan pengolahan udang.

Aliran limbah cair menuju Sungai Mbango ini dikabarkan telah terjadi selama puluhan tahun serta merusak sektor pertanian, tambak, dan ekosistem sungai.

Warga mengekspresikan protes dengan memasang spanduk sindiran di tepi sungai bertajuk "Selamat Datang di Wisata Limbah Sungai Mbango (Sungai Bawah Tanah: Indah dan Wangi Sedunia)".

Kholid Dian, warga setempat, menyatakan bahwa masyarakat sudah sangat lama menanggung beban akibat dampak negatif limbah tersebut.

Dia menilai aroma busuk dan tingkat pencemaran air kian memburuk dalam beberapa tahun belakangan.

"Kami ini sudah bertahun-tahun mendapat limbah seperti ini. Baunya sangat menyengat. Sawah, tambak, dan pertanian warga sering gagal panen akibat limbah yang mencemari lahan mereka," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (10/5/2026).

Dia memaparkan bahwa limbah yang dibuang berbentuk cairan yang bercampur ampas kulit singkong serta material lainnya.

"Untuk sawah sangat tidak baik. Tanah menjadi lembek, panas, dan diduga beracun," tambahnya.

Melalui Karang Taruna, warga mengadakan lomba video bertema bahaya limbah sebagai bentuk protes dan edukasi bagi masyarakat luas.

Upaya ini dilakukan guna menarik atensi publik terhadap kondisi pencemaran yang terjadi di Sungai Mbango.

Kholid menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah awal warga untuk membawa masalah pencemaran ke jalur hukum dan instansi terkait.

"Harapannya pemerintah dan dinas segera menangani masalah ini. Kami bukan melarang air mengalir di sungai, tetapi bagaimana limbah itu dikelola agar tidak lagi beracun bagi lingkungan," katanya.

Warga menegaskan dampak limbah tidak hanya melanda Bulumanis Lor, namun meluas hingga ke hilir, area tambak, hingga perairan Juwana dan Tayu.

Ketua Aliansi Warga Anti Limbah (AWALI), Supriadi, menganggap tingkat polusi di Sungai Mbango sudah masuk dalam kategori sangat berat.

AWALI menemukan bukti nyata berupa kematian ikan, perubahan warna air yang menghitam dan berbau, serta terganggunya kegiatan pertanian.

"Ini bukan lagi dugaan. Ini indikasi kuat kejahatan lingkungan di Sungai Mbango Bulumanis Lor," tegas Supriadi.

Berdasarkan data AWALI, polusi diduga berasal dari puluhan industri tapioka rumahan dan satu perusahaan besar tanpa sistem pengolahan limbah yang layak.

Dia menjelaskan bahwa dahulu pengusaha memakai kolam penyaring, namun saat ini diduga langsung membuang limbah ke parit menuju sungai.

AWALI mendesak pemerintah daerah dan aparat hukum untuk segera mengusut dugaan kasus pencemaran lingkungan ini.

Mereka menuntut audit lingkungan, uji kualitas air independen, serta pemberian sanksi tegas bagi pelaku perusakan alam.

"Lingkungan hidup yang bersih dan sehat adalah hak setiap warga negara. Kerusakan lingkungan yang terjadi harus segera dihentikan," katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index