Askrindo

Askrindo Perkuat Digitalisasi Dan Pembiayaan UMKM Di Usia 55 Tahun

Askrindo Perkuat Digitalisasi Dan Pembiayaan UMKM Di Usia 55 Tahun
Askrindo Perkuat Digitalisasi Dan Pembiayaan UMKM Di Usia 55 Tahun

JAKARTA - Momentum peringatan hari jadi kerap dimanfaatkan perusahaan untuk menegaskan arah strategis ke depan.

Hal ini juga terlihat dalam perayaan ulang tahun ke-55 PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), yang tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga sarana memperkuat komitmen terhadap transformasi dan kontribusi ekonomi nasional. 

Melalui tema “Grow Within, Perform Beyond”, perusahaan menekankan pentingnya penguatan internal yang selaras dengan peningkatan kinerja berkelanjutan.

Perayaan yang berlangsung di Graha Askrindo tersebut menjadi titik refleksi perjalanan panjang perusahaan sejak berdiri pada 6 April 1971. 

Selama lebih dari lima dekade, Askrindo telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung pembiayaan, khususnya bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Transformasi Internal Jadi Kunci Pertumbuhan Berkelanjutan

Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-55 bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperkuat peran perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan.

“Peringatan HUT ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi atas peran kami dalam mendorong inklusi keuangan. Askrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujarnya.

Tema yang diusung mencerminkan strategi perusahaan yang menitikberatkan pada penguatan fundamental bisnis dari dalam, sekaligus mendorong pencapaian yang melampaui target sebelumnya. 

Pendekatan ini dinilai relevan di tengah dinamika industri keuangan yang semakin kompetitif dan kebutuhan pembiayaan produktif yang terus meningkat.

Sepanjang perjalanannya, Askrindo telah berkontribusi signifikan dalam penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak 2007 hingga 2025, total penjaminan yang diberikan mencapai Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM, dengan dampak penyerapan tenaga kerja sebanyak 62,7 juta orang.

Kinerja Keuangan Tunjukkan Fundamental Bisnis Semakin Kuat

Kinerja positif juga tercermin dari capaian sepanjang tahun 2025. Askrindo berhasil menjamin KUR senilai Rp114 triliun kepada sekitar 2 juta debitur UMKM. Realisasi tersebut turut berkontribusi pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di berbagai sektor.

Menanggapi capaian tersebut, Fankar menyampaikan bahwa hasil yang diraih mencerminkan fundamental bisnis yang semakin solid. Pada periode yang sama, perusahaan mencatatkan Hasil Underwriting Netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited), sementara premi bruto mencapai Rp4,44 triliun (unaudited).

“ Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,” tambah Fankar.

Capaian ini menunjukkan bahwa strategi bisnis yang dijalankan tidak hanya berfokus pada ekspansi, tetapi juga menjaga kualitas portofolio serta ketahanan perusahaan dalam menghadapi berbagai risiko.

Digitalisasi Sistem Perkuat Efisiensi Dan Manajemen Risiko

Sebagai bagian dari transformasi, Askrindo memperkenalkan dua inovasi digital utama, yakni sistem Sentralisasi FINTRACS dan ASK-SCORING. Kedua sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kualitas pengambilan keputusan berbasis data.

Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza, menjelaskan bahwa FINTRACS merupakan sistem terintegrasi yang menyatukan proses transaksi keuangan dalam satu platform.

“Melalui FINTRACS, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis. Sistem ini juga memungkinkan monitoring transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol,” jelasnya.

Implementasi sistem ini tidak hanya meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan, tetapi juga mengurangi beban kerja manual, sehingga mendukung tata kelola perusahaan yang lebih baik.

Sementara itu, ASK-SCORING hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas proses underwriting.

“Melalui ASK-SCORING, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi,” ungkap Leonardo.

Kehadiran kedua sistem tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat portofolio pertanggungan serta mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor produktif.

Komitmen Sosial Dan Peran Dalam Ekosistem Pembiayaan Nasional

Selain fokus pada transformasi bisnis, Askrindo juga menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial. Dalam rangka perayaan HUT ke-55, perusahaan memberikan bantuan pendidikan kepada 158 anak pegawai alih daya non-admin serta 15 pegawai alih daya non-admin.

Inisiatif ini mencerminkan perhatian perusahaan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih baik. Fankar menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan.

“Dengan semangat kebersamaan, dedikasi, dan inovasi, kami yakin Askrindo akan terus melangkah lebih kuat. Bersama seluruh insan perusahaan, kami ingin membangun masa depan yang lebih baik bagi perusahaan, pelanggan, dan masyarakat luas,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Askrindo terus mempertegas perannya dalam ekosistem pembiayaan nasional. Melalui penguatan digitalisasi dan manajemen risiko, perusahaan optimistis dapat memperluas akses pembiayaan, terutama bagi UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Ke depan, kami ingin memastikan setiap langkah transformasi tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Askrindo akan terus memperkuat perannya sebagai enabler pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM, agar dapat tumbuh lebih cepat, sehat, dan berdaya saing,” tutup Fankar.

Momentum ulang tahun ini pun menjadi penegasan bahwa transformasi yang dilakukan Askrindo tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index