MINYAK

Awal 2026 Harga Minyak Stabil, Pasar Cermati OPEC Plus Venezuela

Awal 2026 Harga Minyak Stabil, Pasar Cermati OPEC Plus Venezuela
Awal 2026 Harga Minyak Stabil, Pasar Cermati OPEC Plus Venezuela

JAKARTA - Memasuki hari-hari pertama tahun 2026, pergerakan harga minyak dunia belum menunjukkan perubahan signifikan.

Setelah mencatatkan penurunan tahunan terdalam sejak 2020, pasar energi global memilih bergerak hati-hati. Pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada dua faktor utama yang diperkirakan akan menentukan arah harga selanjutnya, yakni keputusan OPEC+ terkait pasokan serta dinamika geopolitik yang melibatkan Venezuela.

Pada perdagangan awal tahun, harga minyak mentah terpantau relatif stabil. Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see para pedagang yang tengah menimbang potensi kebijakan negara-negara produsen minyak utama. Ketidakpastian tersebut muncul setelah harga minyak mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun sebelumnya.

Pergerakan Harga WTI dan Brent

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas level US$57 per barel. Sebelumnya, WTI sempat melemah dalam dua sesi perdagangan terakhir menjelang libur Tahun Baru, yakni pada Selasa dan Rabu. Sementara itu, patokan global minyak mentah Brent ditutup di bawah US$61 per barel, mencerminkan sentimen pasar yang masih rapuh.

Tekanan pada harga minyak sepanjang tahun lalu dipicu oleh kekhawatiran kelebihan pasokan global. Produksi minyak dari negara-negara OPEC+ maupun produsen pesaing meningkat, sehingga membuat keseimbangan antara permintaan dan penawaran terganggu.

Penurunan Harga Terbesar Sejak 2020

Dampaknya, harga minyak mentah anjlok sekitar seperlima sepanjang 2025. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir dan menandai periode sulit bagi pasar energi global.

Situasi ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil posisi di awal tahun 2026, sambil menunggu kepastian arah kebijakan dari negara-negara produsen minyak utama.

Fokus Pasar pada Pertemuan OPEC+

Di tengah kondisi tersebut, perhatian pasar kini tertuju pada pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Anggota utama OPEC+ yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia dijadwalkan menggelar konferensi video pada 4 Januari 2026.

Pertemuan ini dinilai krusial karena akan memberikan sinyal lanjutan mengenai kebijakan pasokan minyak global yang dapat memengaruhi harga dalam jangka pendek hingga menengah.

Kebijakan Pasokan Diprediksi Tetap

Para analis memperkirakan OPEC+ akan tetap mempertahankan keputusan yang telah disepakati sebelumnya. Keputusan tersebut pertama kali diambil pada November lalu, yakni untuk menghentikan kenaikan pasokan minyak lebih lanjut.

Langkah ini dipandang sebagai upaya menahan tekanan penurunan harga di tengah potensi kelebihan pasokan yang masih membayangi pasar global.

Ketegangan Geopolitik Venezuela Kembali Menguat

Selain faktor kebijakan produksi, dinamika geopolitik juga turut menjadi perhatian serius pelaku pasar. Pemerintahan Donald Trump kembali memperketat tekanan terhadap sektor energi Venezuela.

Langkah ini dilakukan dengan menjatuhkan sanksi baru yang menyasar perusahaan-perusahaan berbasis di Hong Kong dan China daratan, serta sejumlah kapal yang dituduh menghindari pembatasan ekspor minyak Venezuela.

Ancaman Kelebihan Pasokan Global

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan bahwa kelebihan pasokan minyak global akan semakin besar pada tahun ini. IEA memproyeksikan surplus pasokan mencapai sekitar 3,8 juta barel per hari, yang diperkirakan menjadi rekor tertinggi.

Proyeksi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa pasar minyak masih akan menghadapi tekanan dari sisi penawaran dalam beberapa waktu ke depan.

Harga Minyak Hari Ini

Dari sisi perdagangan, pergerakan harga menunjukkan fluktuasi terbatas. WTI untuk pengiriman Februari tercatat naik 0,2% menjadi US$57,47 per barel pada pukul 7.39 pagi waktu Singapura.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret ditutup melemah 0,8% menjadi US$60,85 per barel.

Prospek Harga Minyak ke Depan

Dengan berbagai faktor tersebut, pergerakan harga minyak di awal 2026 diperkirakan masih cenderung stabil. Pasar menanti hasil pertemuan OPEC+ serta dampak lanjutan dari kebijakan geopolitik Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Selama belum ada perubahan signifikan dari sisi pasokan maupun permintaan, harga minyak global diperkirakan akan bergerak terbatas dengan volatilitas yang moderat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index