JAKARTA - Percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang mulai menunjukkan hasil nyata.
Dalam waktu singkat, hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan tanah longsor berhasil berdiri dan siap dimanfaatkan. Langkah cepat ini menjadi penanda penting bahwa proses pemulihan pascabencana terus bergerak, dengan dukungan aktif dari badan usaha milik negara.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan progres signifikan dengan menyelesaikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang hanya dalam waktu enam hari. Pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan pelat merah dalam membantu masyarakat terdampak bencana agar dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Pengerjaan Huntara dilakukan secara intensif dengan sistem kerja 24 jam tanpa henti. Skema ini diterapkan untuk memastikan hunian sementara dapat segera digunakan oleh warga yang selama ini harus bertahan di lokasi pengungsian. Meski dibangun dalam waktu cepat, Waskita menegaskan bahwa kualitas bangunan tetap menjadi prioritas utama, dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan lingkungan.
80 Unit Huntara untuk Kebutuhan Mendesak Warga
Secara keseluruhan, Waskita Karya membangun sebanyak 80 unit Huntara di kawasan Aceh Tamiang. Seluruh unit dirancang dengan ukuran 4,5 x 4,5 meter dan disesuaikan dengan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana. Hunian tersebut diharapkan mampu menjadi solusi sementara yang memadai, sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen yang dilakukan pemerintah.
Pembangunan Huntara ini menjadi salah satu langkah konkret dalam memulihkan kehidupan sosial masyarakat. Kehadiran hunian sementara dinilai penting untuk memberikan rasa aman dan stabilitas psikologis bagi warga yang terdampak, terutama keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.
Ditinjau Langsung BP BUMN
Komitmen pemerintah dalam percepatan pemulihan juga tercermin dari kunjungan langsung Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, ke lokasi pembangunan Huntara di Aceh Tamiang. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Dony Oskaria didampingi Direktur Business Strategic, Portfolio & Human Capital Waskita Karya Rudi Purnomo serta Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko. Kehadiran jajaran pimpinan ini menunjukkan perhatian serius terhadap upaya pemulihan pascabencana di wilayah Aceh.
Sinergi dan Dedikasi Insan Waskita
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, menyampaikan bahwa seluruh insan Waskita bekerja penuh dedikasi di lapangan. Sinergi antara Waskita, Danantara, dan BP BUMN menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan Huntara bagi masyarakat terdampak.
“Perseroan bersama Danantara dan BP BUMN bersinergi membantu saudara-saudara terdampak bencana di Aceh. Para insan Waskita di lapangan pun terus bekerja tidak kenal lelah sepenuh hati demi membangkitkan kembali kawasan Aceh Tamiang,” ujar Paulus.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan Huntara tidak hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
Pembangunan Dua Tahap
Agar proses pembangunan berjalan lebih terstruktur, proyek Huntara ini dilaksanakan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sebanyak 30 unit hunian telah selesai dibangun dan siap digunakan oleh warga. Penyelesaian tahap awal ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di kawasan terdampak.
Tahap kedua pembangunan ditargetkan rampung pada pertengahan Januari 2026. Pada fase ini, Waskita Karya akan menyelesaikan pembangunan 50 unit Huntara tambahan. Dengan rampungnya tahap kedua, total 80 unit hunian dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara.
Fasilitas Pendukung Lengkap
Selain hunian utama, Waskita Karya juga membangun berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Perusahaan membangun empat unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) yang masing-masing terdiri atas lima bilik. Fasilitas sanitasi ini dinilai krusial untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan penghuni Huntara.
Tidak hanya itu, dua unit Sistem Pengolahan Air Limbah atau Sewage Treatment Plant (STP) juga dibangun untuk memastikan pengelolaan limbah berjalan dengan baik. Langkah ini mencerminkan perhatian Waskita terhadap aspek lingkungan serta keberlanjutan kawasan hunian sementara.
Waskita turut membangun satu unit musala berukuran 9 x 13,5 meter serta tempat wudu seluas 6,6 x 13 meter. Fasilitas ibadah tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan spiritual warga selama tinggal di Huntara dan mendukung kehidupan sosial masyarakat setempat.
“Kami pun melengkapi kawasan Huntara dengan satu unit dapur umum seluas 8 x 19 m. Lalu mengerjakan delapan unit bangunan toren, drainase precast, dan MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plumbing) kawasan,” jelas Paulus.
Infrastruktur Akses dan Bantuan Kemanusiaan
Di samping pembangunan hunian dan fasilitas pendukung, Waskita Karya juga mengerjakan pembangunan jalan pedestrian serta jalan akses menuju kawasan Huntara. Infrastruktur ini bertujuan memperbaiki konektivitas dan mempermudah mobilitas warga, sekaligus mendukung distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan.
Perbaikan akses jalan dinilai penting agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap. Jalan yang memadai juga memudahkan petugas dan relawan dalam menyalurkan bantuan serta mendukung pemulihan kawasan secara menyeluruh.
“Perseroan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, daerah, serta seluruh stakeholder demi mengawal pemulihan kawasan terdampak bencana, khususnya Aceh Tamiang. Waskita Karya berkomitmen membantu masyarakat di sana agar dapat segera bangkit kembali,” tutur Paulus.
Peran Sosial Waskita Karya
Sebelumnya, Waskita Karya juga telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan ke sejumlah posko bencana di Sumatra. Bantuan tersebut meliputi ratusan paket sembako, kasur lipat, selimut, tikar, perlengkapan bayi dan wanita, alat mandi, hingga pakaian orang dewasa.
Perusahaan turut mengerahkan puluhan alat berat seperti excavator dan dump truck untuk membersihkan lumpur dan sampah akibat banjir, serta membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor. Selain itu, truk tangki air bersih juga dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui rangkaian upaya tersebut, Waskita Karya menegaskan perannya sebagai BUMN yang hadir langsung membantu masyarakat dalam situasi darurat. Pembangunan Huntara yang tuntas dalam waktu singkat di Aceh Tamiang menjadi bukti nyata sinergi, kepedulian, dan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana.