Biaya HSG atau histerosalpingografi menjadi salah satu informasi penting yang perlu diketahui oleh mereka yang ingin memeriksa masalah kesuburan.
Tes HSG adalah prosedur medis yang umumnya disarankan untuk pasangan yang mengalami kesulitan dalam memiliki anak.
Biaya tes ini bervariasi tergantung pada rumah sakit atau klinik yang menyelenggarakan, serta fasilitas yang disediakan di tempat tersebut. Tentu saja, biaya tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lokasi dan reputasi fasilitas kesehatan.
Penyebab pasangan suami istri belum memiliki anak bisa bermacam-macam, dan salah satunya terkait dengan masalah kesuburan.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi tersebut, dokter seringkali merekomendasikan tes HSG sebagai langkah awal. Lantas, berapa biaya HSG yang perlu dipersiapkan? Untuk informasi lebih lanjut, simak ulasannya berikut ini.
Apa Itu Tes HSG?
Tes atau pemeriksaan HSG adalah prosedur medis yang memanfaatkan teknologi sinar X atau rontgen untuk memeriksa kondisi bagian dalam rahim dan tuba fallopi.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah saluran tuba mengalami penyumbatan, baik sebagian maupun sepenuhnya.
Selain itu, pemeriksaan HSG juga digunakan untuk mengevaluasi ukuran dan bentuk rahim. Dalam prosedur ini, selain menggunakan sinar X, juga dapat diterapkan pewarna kontras yang larut dalam air.
Pewarna ini disuntikkan ke dalam tubuh untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai struktur rahim dan saluran tuba melalui pencitraan.
Manfaat Melakukan Tes HSG
Jika dokter kandungan mendeteksi adanya penyumbatan, hal ini mungkin menjadi penyebab utama kesulitan kehamilan yang kamu atau pasangan alami.
Penyumbatan pada saluran tuba dapat menghalangi pergerakan sel sperma untuk mencapai sel telur, sehingga pembuahan tidak dapat terjadi.
Pemeriksaan HSG juga bermanfaat untuk mendeteksi gangguan lain seperti polip atau mioma dalam rahim. Mioma, yang dikenal juga sebagai perlengketan dinding rahim, adalah salah satu faktor penyebab keguguran berulang.
Selain digunakan untuk mengatasi masalah kesuburan, tes HSG juga sering dilakukan untuk wanita yang sering mengalami keguguran. Beberapa masalah kesuburan yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan HSG antara lain:
- Struktur uterus yang abnormal, yang sering kali disebabkan oleh faktor keturunan.
- Penyumbatan pada saluran tuba.
- Jaringan bekas luka pada rahim.
- Adanya fibroid yang tumbuh di rahim.
- Tumor pada rahim atau ovarium.
Kriteria Perempuan yang Perlu Melakukan Tes HSG
Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat memerlukan tes HSG:
- Memiliki masalah kesuburan atau infertilitas.
- Mengalami penyumbatan pada saluran tuba.
- Mengalami keguguran berulang kali.
- Sering mengalami nyeri hebat saat menstruasi.
Selain itu, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan HSG:
- Hindari berhubungan intim minimal dua hari sebelum tes dilakukan.
- Tidak melakukan tes saat menstruasi, karena dapat berisiko menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.
- Jangan melakukan tes jika sedang mengalami infeksi pada saluran reproduksi atau daerah panggul.
- Pastikan tidak mengidap penyakit menular seksual.
- Jika baru saja menjalani operasi rahim atau saluran tuba, sebaiknya tunda terlebih dahulu prosedur tes HSG.
Apakah HSG Itu Sakit?
Bagi sebagian perempuan, tes HSG dapat menyebabkan rasa sakit. Namun, ada juga pasien yang tidak merasakan nyeri selama pemeriksaan. Rasa sakit yang dirasakan sangat bergantung pada kemampuan individu dalam menoleransi rasa sakit.
Bagi mereka yang merasa nyeri, umumnya hal tersebut terjadi saat alat kateter dan cairan kontras disuntikkan ke tubuh. Rasa sakit yang timbul seringkali mirip dengan kram perut yang biasa terjadi saat menstruasi.
Untuk mengurangi ketidaknyamanan ini, dokter biasanya akan memberikan obat pereda nyeri sekitar satu jam sebelum pemeriksaan dimulai.
Persiapan sebelum Tes HSG
Sebelum menjalani tes HSG untuk memeriksa kondisi kesuburan, ada beberapa tahapan yang perlu kamu lakukan terlebih dahulu:
- Melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kesuburan
- Memperhatikan siklus haid
- Menyadari jenis makanan yang bisa memicu alergi
- Mengonsumsi obat antiinflamasi jika disarankan
- Menanyakan tentang obat antibiotik yang mungkin perlu dikonsumsi
- Membawa pantyliner atau pembalut untuk kenyamanan setelah tes
Perawatan Pasca HSG dan Risiko yang Bisa Terjadi
Pemeriksaan HSG sebenarnya merupakan prosedur yang cukup sederhana dan hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Setelah tes selesai, kamu bisa kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa karena tes HSG ini termasuk prosedur rawat jalan.
Namun, meski jarang terjadi, ada beberapa efek samping atau risiko yang bisa muncul setelah menjalani prosedur ini. Berikut adalah beberapa kondisi yang perlu diperhatikan:
- Infeksi
- Pingsan selama atau sesaat setelah tes
- Terpapar radiasi dari tes
- Pendarahan setelah pemeriksaan
Efek Samping Tes HSG
Jika kamu mengalami gejala-gejala berikut setelah menjalani tes HSG, sebaiknya segera hubungi dokter:
- Demam
- Nyeri dan kram yang sangat hebat
- Cairan yang keluar dari vagina dengan bau tidak sedap
- Pingsan
- Perdarahan hebat dari vagina
- Muntah
Setelah HSG, Kapan Boleh Berhubungan Intim?
Bagi perempuan yang baru saja menjalani pemeriksaan HSG, disarankan untuk berhati-hati saat akan melakukan hubungan intim dengan pasangan.
Meskipun sebenarnya bisa saja berhubungan intim setelah tes HSG, pastikan terlebih dahulu apakah masih ada bercak darah yang keluar dari vagina.
Umumnya, bercak darah ini akan hilang dalam 1-2 hari setelah tes. Oleh karena itu, sebaiknya menunggu sekitar 1-2 hari sebelum melakukan hubungan intim, agar kondisi tubuh kamu tetap nyaman dan aman.
Biaya HSG di Rumah Sakit dan Klinik
Pemeriksaan HSG dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti rumah sakit umum, rumah sakit ibu dan anak, maupun klinik spesialis kesehatan dan kesuburan.
Setiap penyedia layanan memiliki kebijakan yang berbeda, yang akan mempengaruhi biaya HSG yang dikenakan kepada pasien. Biaya untuk tes ini bervariasi, mulai dari beberapa ratus ribu hingga jutaan rupiah.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kisaran biaya pemeriksaan HSG di beberapa rumah sakit dan klinik di Indonesia, kamu bisa merujuk pada informasi yang tersedia di berbagai sumber tepercaya, seperti Alodokter:
- Siloam Hospitals, Bali: Dimulai dari Rp2.594.000
- Siloam Hospitals, Balikpapan: Dimulai dari Rp2.512.000
- Rumah Sakit Kebon Jati, Bandung: Dimulai dari Rp2.098.000
- Parahita Diagnostic Center Kopo, Bandung: Dimulai dari Rp1.350.000
- Rumah Sakit Immanuel, Bandung: Dimulai dari Rp730.200
- RS Awal Bros, Batam: Dimulai dari Rp1.600.000
- Siloam Hospitals, Bekasi Timur: Dimulai dari Rp2.711.000
- Primaya Hospital, Bekasi Barat: Dimulai dari Rp2.343.000
- Mitra Keluarga, Bekasi: Dimulai dari Rp1.610.000
- Siloam Hospitals, Bogor: Dimulai dari Rp2.000.000
- RS EMC Sentul, Bogor: Dimulai dari Rp1.850.000
- Mitra Keluarga, Cikarang: Dimulai dari Rp1.500.000
- RS Mitra Plumbon, Cirebon: Dimulai dari Rp525.000
- Rumah Sakit Citra Medika, Depok: Dimulai dari Rp650.000
- Siloam Hospitals Asri, Jakarta Selatan: Dimulai dari Rp3.582.000
- SamMarie Wijaya, Jakarta Selatan: Dimulai dari Rp1.405.000
- Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta Barat: Dimulai dari Rp3.582.000
- Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat: Dimulai dari Rp800.000
- Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur: Dimulai dari Rp1.591.590
- Mitra Keluarga Kemayoran, Jakarta Utara: Dimulai dari Rp2.045.000
- Klinik Teratai Gading Pluit, Jakarta Utara: Dimulai dari Rp1.700.000
- RSU Pekerja, Jakarta Utara: Dimulai dari Rp850.000
- Primaya Evasari Hospital, Jakarta Pusat: Dimulai dari Rp2.130.000
- Rumah Sakit Umum YARSI, Jakarta Pusat: Dimulai dari Rp1.785.000
- RSU Bunda Jakarta, Jakarta Pusat: Dimulai dari Rp1.523.000
- RS Permata Hati Bungo, Jambi: Dimulai dari Rp900.000
- RS Lira Medika, Karawang: Dimulai dari Rp1.790.000
- Rumah Sakit Islam Faisal, Makassar: Dimulai dari Rp1.800.000
- RS Ibnu Sina YW UMI, Makassar: Dimulai dari Rp1.200.000
- Parahita Diagnostic Center, Malang: Dimulai dari Rp1.350.000
- Siloam Hospitals, Manado: Dimulai dari Rp2.000.000
- RSU Bunda BMC, Padang: Dimulai dari Rp1.800.000
- Primaya Hospital Betang Pambelum, Palangkaraya: Dimulai dari Rp1.600.000
- Siloam Sriwijaya, Palembang: Dimulai dari Rp1.990.000
- Charitas Hospital Kenten, Palembang: Dimulai dari Rp416.000
- RS Awal Bros, Pekanbaru: Dimulai dari Rp1.600.000
- RS Hermina, Pekanbaru: Dimulai dari Rp1.000.000
- Rumah Sakit Islam, Purworejo: Dimulai dari Rp330.000
- Columbia Asia Hospital, Semarang: Dimulai dari Rp1.850.925
- Mitra Keluarga Waru, Sidoarjo: Dimulai dari Rp2.261.000
- RSU Karisma, Subang: Dimulai dari Rp460.000
- Siloam Hospitals, Surabaya: Dimulai dari Rp2.631.200
- Parahita Diagnostic Center, Surabaya: Dimulai dari Rp1.350.000
- Parahita Diagnostic Center Solo, Surakarta: Dimulai dari Rp1.350.000
- Primaya Hospital, Tangerang: Dimulai dari Rp2.130.000
- RS Keluarga Kita, Tangerang: Dimulai dari Rp1.050.000
- Rumah Indonesia Sehat Hospital, Tangerang Selatan: Dimulai dari Rp1.625.000
- RS Islam Asshobirin, Tangerang Selatan: Dimulai dari Rp1.404.000
- Siloam Hospitals, Yogyakarta: Dimulai dari Rp1.495.000
- RS PKU Muhammadiyah, Yogyakarta: Dimulai dari Rp384.000
Selain itu, pastikan juga untuk mempersiapkan biaya konsultasi dengan dokter spesialis kandungan, yang umumnya berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.
Perlu diperhatikan bahwa biaya ini belum mencakup biaya obat-obatan dan layanan tambahan lainnya yang mungkin diperlukan selama proses konsultasi dan pemeriksaan.
Harga Cek HSG di Laboratorium
Selain dilakukan di rumah sakit dan klinik, pemeriksaan HSG juga dapat dilakukan di laboratorium dengan rincian biaya sebagai berikut:
- Prodia: Sekitar Rp1,65 juta, yang sudah termasuk biaya konsultasi dengan spesialis radiologi.
- Lab Pramita: Biaya histerosalpingografi di sini sekitar Rp1,3 juta.
Apakah HSG Ditanggung oleh BPJS Kesehatan?
Memang, biaya tes kesuburan bisa cukup tinggi, sehingga memerlukan persiapan yang matang sebelum memutuskan untuk menjalani tes ini.
Beruntung, pemerintah menyediakan manfaat BPJS Kesehatan sebagai layanan asuransi sosial untuk masyarakat, yang dapat membantu menanggung biaya kesehatan.
Namun, tidak semua layanan kesehatan dapat ditanggung oleh BPJS. Lantas, apakah tes kesuburan seperti HSG dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan?
Secara umum, hampir semua jenis pengobatan penyakit dapat ditanggung oleh BPJS, tetapi pemeriksaan laboratorium yang ditanggung oleh BPJS sangat terbatas, seperti tes darah, tes urine, tes gula darah, dan tes feses.
Pemeriksaan tersebut termasuk dalam kategori pemeriksaan sederhana untuk mendukung penanganan penyakit.
Terkait dengan biaya untuk HSG dalam memeriksa kondisi kesuburan, BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya tes ini karena tes tersebut bukan bagian dari pengobatan. Dengan demikian, biaya tes HSG harus ditanggung sendiri oleh pasien.
Sebagai penutup, dengan memahami berbagai faktor yang mempengaruhi biaya HSG, kamu dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum menjalani tes ini dan memastikan keputusan yang tepat sesuai kebutuhan kesehatanmu.