BNPP Tekankan Pentingnya Tanggul Permanen Pascabanjir Pidie Jaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 10:23:30 WIB
Ilustrasi kondisi sehabis banjir (FOTO: NET)

JAKARTA - Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI (BNPP) Komjen Pol Makhruzi Rahman meninjau langsung penanganan pascabencana banjir di Gampong Mancang dan Gampong Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Komjen Pol Makhruzi menyoroti sejumlah problem serius yang timbul akibat banjir, mulai dari pendangkalan sungai karena endapan lumpur, tumpukan sampah serta limbah kayu, keterbatasan akses air bersih, hingga sistem drainase yang belum berfungsi optimal.

Menurut penilaiannya, situasi ini diperburuk oleh bencana banjir susulan yang melanda kawasan tersebut secara berulang kali.

"Akses-akses di dalam desa masih tertimbun lumpur. Kami diminta membantu membuka akses tersebut, dan memang sejak bencana kemarin sudah terjadi sekitar 10 kali banjir susulan," ujar Komjen Pol Makhruzi, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026). "Ini tentu membuat pekerjaan penanganan menjadi bertambah," sambungnya.

Komjen Pol Makhruzi juga menitikberatkan pentingnya langkah penanganan jangka panjang lewat penguatan infrastruktur pengendali banjir.

Berdasarkan pengamatannya, kondisi bantaran sungai yang dangkal serta tanggul yang jebol menjadi pemicu utama banjir terus berulang.

"Kami berharap ini menjadi perhatian bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Tanah hasil galian dari rumah warga sementara bisa dimanfaatkan sebagai tanggul darurat, namun ke depan perlu dibangun tanggul permanen agar desa-desa ini benar-benar aman," katanya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa BNPP telah menyalurkan dukungan konkret guna menangani masa pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.

Bentuk dukungan tersebut mencakup pembersihan jalan umum, pembukaan kembali akses jalan yang tertutup lumpur, serta pengangkutan sampah dan limbah sisa banjir.

Terkini