JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengharapkan tiap perguruan tinggi mampu membangun center of excellence yang unik serta mempunyai nilai tambah spesifik bersandarkan pada potensi wilayah dan institusi masing-masing.
“Upaya tersebut penting untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pembangunan nasional,” katanya saat berjumpa Rektor Universitas Mataram Sukardi, dari keterangan resmi, di Jakarta, Sabtu.
Pada momentum itu, kedua pihak mendiskusikan penguatan fungsi perguruan tinggi selaku mitra strategis bagi pembangunan nasional.
Agenda ini dirasa selaras terhadap amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Menteri Rachmat Pambudy menekankan krusialnya andil perguruan tinggi selaku wadah pencetak sumber daya manusia berkualitas yang sejalan terhadap kebutuhan pembangunan.
“Kami ingin perguruan tinggi menjadi mitra strategis Bappenas dalam menghasilkan inovasi, memperkuat pengembangan kapasitas, serta meningkatkan kualitas pembelajaran masyarakat,” ujar dia.
Sebagai salah satu pilar pendidikan tinggi primer di wilayah Indonesia Timur, Universitas Mataram dianggap memegang posisi strategis selaku pusat perputaran ilmu pengetahuan serta inovasi daerah, mitra bagi pemerintah pusat maupun daerah, sekaligus penyambung antara keperluan warga, pemerintah, dan lini akademik.
Salah satu terobosan yang sudah diinisiasi Universitas Mataram ialah pakan sapi lamtoro beef, yakni pakan ternak dengan formula dasar tumbuhan lamtoro (Leucaena leucocephala).
Formulasi tersebut dirancang selaku opsi guna menekan ketergantungan pada pakan umum layaknya jerami serta rerumputan.
Tatap muka ini mempertegas krusialnya pengokohan sinergi antara pihak pemerintah, perguruan tinggi, sektor usaha, hingga warga demi menyokong pembangunan nasional yang berfondasikan wawasan dan inovasi.
Hubungan yang padu diharapkan mampu menjamin produk riset serta pengabdian masyarakat tidak sekadar mandek di level akademik, melainkan dapat diterapkan secara konkret guna menjawab problematika pembangunan daerah ataupun nasional sekaligus mengokohkan daya saing Indonesia pada masa mendatang.