Benarkah Micin Bikin Bodoh? Ini Penjelasan Ahli

Rabu, 20 Mei 2026 | 05:39:01 WIB
Membongkar mitos makan micin bakal bikim bodoh (FOTO: NET)

YOGYAKARTA - Anggapan mecin atau micin sebagai bahan penyedap tidak sehat masih banyak dipercaya masyarakat hingga kini.

Monosodium glutamat (MSG) atau yang juga dikenal sebagai mecin atau micin, sering kali disebut sebagai penyebab kebodohan, khususnya pada anak-anak.

Ahli Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Toto Sudargo, meluruskan hal ini.

Ia menegaskan bahwa MSG atau micin tidak berbahaya.

"Yang mengatakan bahwa konsumsi MSG itu bahaya, sesungguhnya adalah orang yang tidak pernah memperdalam bagaimana MSG atau monosodium glutamat itu ya," tegas Toto saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (19/5/2026).

MSG dibuat dengan cara mengekstrak asam glutamat yang terkandung pada banyak bahan makanan alami, seperti daging, ikan, rumput laut, tomat, hingga keju.

Itu sebabnya, Toto mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu takut pada MSG.

Micin justru membuat makanan terasa umami dan lebih nikmat.

Reputasi buruk MSG berawal dari sebuah penelitian yang melibatkan ratusan tikus dan diberi suntikan MSG dalam dosis besar setiap hari.

Dampaknya, tikus-tikus tersebut mengalami kemunduran fungsi otak.

Saat tikus tersebut tumbuh dewasa, mereka punya ukuran tubuh yang lebih kecil.

Mereka juga mengalami obesitas dan kesulitan reproduksi, seperti dikutip Kompas.com.

"Jadi itu adalah percobaan dari 100 tikus kalau setiap hari makannya MSG, baru ada kerusakan pada sel otak," terang Toto.

Adapun dalam kehidupan sehari-hari, porsi MSG dalam masakan biasanya tidak terlalu banyak.

MSG biasanya dijadikan penyedap masakan.

Dengan takaran sedikit saja, makanan sudah terasa umami berkat MSG sehingga dianggap tidak berbahaya, apalagi menjadi penyebab kebodohan.

"Andai kata MSG ini sebagai apa namanya food additive atau penyedap, saya yakin pemakainya sangat sedikit dan ketika kebanyakan, rasanya enggak enak," ujar dia.

"Jadi saya kasihan dengan MSG itu menjadi tertuduh. Padahal kenapa sih minyak jelantah, garam, dan gula yang jelas-jelas menyebabkan kerusakan-kerusakan pada pankreas, tetap aman-aman saja," sambung Toto.

Namun demikian, Toto menuturkan, berdasarkan penelitian, anak-anak autisme sebaiknya tidak mengonsumsi MSG karena bisa memperparah gangguan fungsi saraf.

"Tapi ya jangankan MSG, wong gluten sama kafein aja enggak boleh dikonsumsi oleh anak-anak yang autisme, kan gitu sebenarnya," pungkas dia.

Terkini