Inflasi dan Isu Timur Tengah Tekan Bursa Saham Asia

Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00:37 WIB
Ilustrasi bursa Asia (FOTO: NET)

JAKARTA - Bursa saham Asia-Pasifik mengawali perdagangan Rabu pagi (13/5/2026) dengan pelemahan.

Para penanam modal bersikap waspada saat mengamati data inflasi April yang melampaui prediksi, dibarengi kekhawatiran atas kenaikan harga minyak dan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Melansir CNBC, Rabu (13/5/2026), indeks Kospi di Korea Selatan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 2,15%, sementara Kosdaq melemah 0,74%.

Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami koreksi 0,52%, namun indeks Topix mencatatkan penguatan tipis 0,28%.

ASX Australia merosot 0,56%, sedangkan kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong tertahan di level 26.264.

Fokus utama pasar kembali tertuju pada ketegangan geopolitik.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin melontarkan kritik tajam terhadap gencatan senjata antara AS dan Iran yang baru berjalan satu bulan.

Trump menyebut kesepakatan tersebut 'sangat lema' dan sedang dalam kondisi 'kritis' setelah ia menolak proposal balasan dari Teheran yang dianggapnya tidak dapat diterima.

Kondisi kian memanas usai Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberikan pernyataan.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan bahwa Presiden Trump tidak memerlukan persetujuan Kongres untuk memulai kembali serangan terhadap Iran.

Komentar ini muncul sesaat setelah pemerintahan Trump melampaui batas waktu 60 hari terkait otorisasi kekuatan militer sesuai undang-undang kekuatan perang federal.

Sementara itu, pelaku pasar tengah menunggu kepastian rencana pertemuan Presiden Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

Pertemuan tersebut diprediksi menjadi momentum penting dalam membahas persoalan perdagangan yang memengaruhi hubungan kedua negara.

Ketidakpastian ini berdampak langsung pada fluktuasi harga minyak dunia.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni terkontraksi 0,51% ke angka USD 101,66 per barel.

Harga minyak Brent Crude kontrak Juli juga turun 0,57% ke posisi $107,16 per barel.

Di Amerika Serikat, S&P 500 dan Nasdaq Composite mulai turun dari level rekor tertingginya.

Indeks pasar secara umum melemah 0,16%, sedangkan Nasdaq yang berfokus pada teknologi turun 0,71%.

Dow Jones justru mampu bangkit dengan kenaikan 56,09 poin atau sebesar 0,11%.

Terkini