Evakuasi Dukono: 1 Pendaki Tewas, 2 WNA Singapura Masih Dicari

Senin, 11 Mei 2026 | 09:14:55 WIB
Tim SAR gabungan saat berada di puncak gunung api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (FOTO: NET)

TOBELO - Tim pencari dan penyelamat gabungan Halmahera Utara telah menemukan satu dari tiga orang pendaki Gunung Dukono yang sempat hilang pada Sabtu (9/5), setelah erupsi terjadi sehari sebelumnya.

Satu orang pendaki yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tersebut teridentifikasi sebagai warga negara Indonesia.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, saat berada di Pos Pemantauan Gunung Dukono di Tobelo, Halmahera Utara pada Sabtu (9/5/2026).

Proses evakuasi terhadap jenazah korban saat ini tengah berlangsung.

Hingga kini, dua orang pendaki lainnya yang berkebangsaan Singapura masih dalam proses pencarian.

Iwan menyebutkan bahwa tim pencari telah mendeteksi sinyal personal locator beacon (PLB) milik salah satu pendaki asal Singapura yang belum ditemukan tersebut.

Titik koordinat dari sinyal tersebut kini menjadi acuan bagi tim penyelamat dalam melakukan pencarian.

Kendati demikian, upaya pencarian ketiga pendaki tersebut menemui kendala akibat aktivitas letusan yang masih terjadi, paparan material vulkanik yang panas, serta cuaca hujan lebat.

Di sisi lain, sebanyak 15 pendaki yang berhasil selamat dari erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan medis.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, memaparkan bahwa para pendaki yang selamat tersebut terdiri dari tujuh warga Singapura dan delapan warga Indonesia yang mayoritas berasal dari Ternate.

“Para pendaki yang selamat langsung kami arahkan untuk pulang,” kata Erlichson saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026), dilansir Tribun Ternate.

Ia menegaskan bahwa seluruh pendaki telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan dan dipastikan dalam kondisi stabil sebelum diperbolehkan pulang.

“Berdasarkan pendataan, para pendaki WNI semuanya berasal dari Ternate sehingga langsung kami arahkan untuk pulang,” ujarnya.

Sementara itu, tujuh orang warga negara asing asal Singapura diminta menuju ke Ternate terlebih dahulu sebelum mereka kembali ke negara asalnya.

“Hari ini kami sudah meminta mereka kembali. Tujuh WNA saat ini sudah berada di Sofifi, sementara delapan WNI juga ikut kembali ke Ternate,” kata Erlichson.

Sebelumnya, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, melaporkan bahwa para pendaki yang selamat pada umumnya menderita luka bakar ringan karena terkena material vulkanik.

“Sepuluh orang dirawat di RSUD Tobelo, tiga WNI dan tujuh warga negara Singapura. Hasil pemeriksaan kesimpulan semua rawat jalan. Rata-rata alami luka bakar,” ujar Piet.

Pasca penanganan medis, para korban sempat beristirahat sejenak di sebuah penginapan di Tobelo guna memulihkan kondisi sebelum meneruskan perjalanan.

Ketujuh WNA Singapura tersebut diberangkatkan menuju Sofifi, lalu ke Ternate, untuk kemudian terbang ke Jakarta dan kembali ke Singapura.

Walaupun sebagian besar pendaki sudah berhasil dievakuasi, proses pencarian terhadap korban yang hilang masih terus diupayakan.

“Sebagaimana penjelasan Kepala Basarnas, masih ada pendaki yang belum ditemukan. Mudah-mudahan mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Piet.

Dari total 20 orang pendaki yang berada di area Gunung Dukono saat erupsi terjadi pada Jumat (8/5/2026), 17 orang di antaranya telah berhasil dievakuasi pada hari yang sama.

Tim SAR gabungan tetap siaga melanjutkan pencarian di lokasi meski harus menghadapi tantangan medan yang berat dan aktivitas vulkanik yang masih aktif.

Terkini