Kemenkes: 23 Kasus Hantavirus di 9 Provinsi, Jakarta Terbanyak

Senin, 11 Mei 2026 | 09:14:55 WIB
Ilustrasi Hantavirus (FOTO: NET)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi temuan 23 kasus hantavirus tipe seoul virus dalam periode tiga tahun terakhir.

Dari seluruh warga yang terpapar, sebanyak tiga pasien dinyatakan meninggal dunia.

Tingkat fatalitas kasus atau case fatality rate (CFR) dilaporkan cukup signifikan, mencapai angka 13 persen.

Pada awal tahun 2026, tercatat adanya penambahan sebanyak lima kasus baru.

Adapun pasien-pasien lainnya telah dinyatakan sembuh oleh pihak medis.

DKI Jakarta menjadi daerah dengan jumlah temuan paling banyak, dengan rincian sebaran sebagai berikut: Sumatera Barat (1), Banten (1), DKI Jakarta (6), Jawa Barat (5), Jawa Timur (1), DIY (6), NTT (1), Kalimantan Barat (1), dan Sulawesi Utara (1).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman mengungkap "mereka yang bekerja sebagai petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pembersih selokan, hingga pekerja lab yang menangani reservoir, karena kerap melakukan kontak langsung dengan tikus."

Mekanisme infeksi diketahui terjadi melalui gigitan, ekskresi, serta sekresi seperti saliva, urine, feses, hingga aerosol lewat debu yang terkontaminasi.

Aji memastikan bahwa hingga kini belum ada temuan kasus hantavirus yang menular antarmanusia di wilayah Indonesia, sebagaimana kasus Andes virus pada kapal pesiar MV Hondius.

"sejauh ini belum ada Hantavirus yang menular antarmanusia di Indonesia, seperti yang terlaporkan pada kapal pesiar mewah MV Hondius, yakni jenis Andes virus." tuturnya.

Terkini