Menteri LH: Bantargebang Hanya Terima Residu Mulai 1 Agustus 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 09:14:54 WIB
TPS Bantar Gebang

JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan bahwa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan membatasi penerimaan hanya untuk sampah residu terhitung mulai 1 Agustus 2026.

Melalui kebijakan ini, warga diharapkan mulai membiasakan diri untuk memisahkan sampah langsung dari tempat tinggal masing-masing.

Jumhur turut memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang sudah menyusun peta jalan guna menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka atau open dumping di TPST Bantargebang.

Salah satu langkah nyata yang ditempuh adalah melalui kampanye pemisahan sampah dari skala rumah tangga.

"Ini langkah besar yang harus didukung bersama. Peradaban sebuah bangsa juga ditentukan dari bagaimana kami memperlakukan sampah,” kata dia.

Jumhur berpendapat bahwa beragam fasilitas pemisahan sampah yang disediakan Pemprov DKI Jakarta harus dipergunakan secara rutin agar perilaku memilah sampah bisa menjadi budaya baru di masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa Jakarta punya peluang besar untuk menjadi perintis dalam gerakan pemilahan sampah bagi daerah lain di Indonesia.

Melalui kerja sama antara pemerintah, sektor usaha, serta warga, Jakarta diharapkan menjadi pemimpin dalam budaya pilah sampah nasional yang diawali dari hunian, area kantor, hingga lokasi bisnis.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi menjelaskan bahwa saat warga mulai terbiasa memisahkan sampah dari sumbernya, mayoritas sampah sebenarnya sudah bisa ditangani sejak di hulu.

"Dengan begitu, hanya sedikit residu yang perlu diproses di fasilitas pengolahan akhir," kata dia.

Dudi menyebutkan bahwa Kelurahan Rorotan beserta beberapa daerah lainnya sudah mengimplementasikan sistem pemisahan sampah dan bakal menjadi model untuk diterapkan di wilayah Jakarta lainnya.

“Gerakan ini tidak akan berhasil tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh warga mulai membiasakan memilah sampah dari rumah agar pilah sampah benar-benar menjadi budaya baru yang berkelanjutan untuk Jakarta,” demikian kata Dudi.

Terkini