KNKT Selidiki Penyebab Tabrakan Bus ALS yang Tewaskan 18 Orang

Senin, 11 Mei 2026 | 09:14:54 WIB
Ilustrasi bus yang ada di lokasi kejadian (FOTO: NET)

JAKARTA - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono memaparkan progres investigasi terkait dugaan pemicu kecelakaan yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

Soerjanto menyatakan bahwa hingga saat ini tim investigator masih bekerja di lokasi kejadian guna melakukan pendalaman lebih lanjut.

"Para investigator belum balik," kata Soerjanto kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Soerjanto tidak memberikan penjelasan secara terperinci mengenai temuan awal dari insiden maut tersebut.

Ia menegaskan bahwa timnya masih fokus dalam proses penghimpunan data di tempat kejadian perkara.

"Sampai hari masih pengumpulan data lapangan," katanya.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membeberkan sejumlah fakta terkait kecelakaan antara Bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL dan truk tangki bernomor polisi BG-8196-QB tersebut.

Berdasarkan data Kemenhub, diketahui bahwa Bus ALS tersebut sudah tidak memiliki izin operasional sejak tahun 2020.

Kemenhub melaporkan bahwa Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi serta memeriksa kondisi fisik kendaraan yang terlibat.

Aan Suhanan menyatakan bahwa pihaknya masih menanti kepastian mengenai penyebab utama kecelakaan ini.

"Adapun terkait dengan penyebab kecelakaan, Ditjen Hubdat menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan penyelidikan pihak Polri," kata Aan seperti dikutip dari situs resmi Hubdat Kemenhub, Jumat (8/5/2026).

Dilaporkan bahwa bus ALS tersebut sempat melewati Terminal Tipe A Batay (Lahat) menuju Medan dengan manifes awal sebanyak 10 penumpang.

Setibanya di Terminal Lubuklinggau, kendaraan tercatat melanjutkan perjalanan pada pukul 10.00 WIB dengan total manifes 18 orang, mencakup 14 penumpang dan empat kru.

Tragedi ini merenggut 18 nyawa yang terdiri dari 13 penumpang bus, 3 kru bus, serta 2 kru truk tangki.

Tercatat pula empat orang mengalami luka-luka, yakni tiga penumpang bus dan satu orang kru bus.

Terkini