Gubernur NTT Fokuskan Penurunan Stunting Jadi Prioritas Utama 2027

Jumat, 08 Mei 2026 | 02:50:18 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena Ketiga kanan saat menghadiri Musrenbang Daerah Tahun 2027 di Kupang

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menetapkan penurunan stunting sebagai fokus utama dalam rencana pembangunan tahun 2027.

Saat menghadiri forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi di Kupang pada Kamis, Gubernur memaparkan lima agenda prioritas, termasuk peningkatan kualitas layanan dasar dan penguatan sumber daya manusia melalui percepatan penurunan stunting, perbaikan layanan kesehatan, mutu pendidikan, vokasi, perlindungan sosial, serta pengentasan kemiskinan.

“Kami terus berupaya menurunkan angka stunting dengan target prevalensi pada tahun 2027 berada di kisaran 30,70 persen dari capaian 2024 sebesar 37 persen berdasarkan SSGI. Ini hanya bisa dicapai melalui sinergi pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha dan masyarakat,” katanya.

Prioritas kedua mencakup peningkatan produktivitas dan transformasi ekonomi yang mengacu pada potensi unggulan di daerah.

Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mendorong hilirisasi di sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan pariwisata, serta memperkuat peran UMKM, koperasi, BUMDes, hingga ekonomi kreatif.

Melki menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi wilayah akan diperkuat lewat program One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP).

“Kami ingin produk-produk unggulan daerah tidak berhenti pada produksi bahan mentah saja, tetapi diolah, dipasarkan, dan memiliki nilai tambah. Karena itu kami perkuat pemasaran melalui NTT Mart di 22 kabupaten/kota dan marketplace berbasis digital,” ujarnya.

Fokus ketiga berkaitan dengan peningkatan konektivitas serta pemerataan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.

Pemerintah akan memberikan perhatian khusus pada penguatan logistik dan transportasi antarwilayah, penyediaan air bersih, sanitasi, listrik, perumahan, serta pengembangan kawasan perbatasan.

Agenda keempat adalah penguatan ketahanan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan guna menghadapi tantangan perubahan iklim serta ancaman bencana.

Pembangunan diarahkan pada langkah mitigasi, pengelolaan limbah yang berkelanjutan, ketahanan pangan dan air, serta peningkatan kapasitas daerah dalam menghadapi risiko bencana.

Sedangkan prioritas kelima adalah penguatan tata kelola pemerintahan dan kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi pendapatan serta percepatan digitalisasi data pembangunan.

“Kami ingin setiap kebijakan dan program dilaksanakan secara tepat sasaran, efisien, dan akuntabel,” tegasnya.

Gubernur Melki menyatakan keyakinannya bahwa implementasi prioritas ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTT yang lebih inklusif dan berkualitas pada 2027.

Target pertumbuhan ekonomi diharapkan melampaui angka 5,14 persen dengan sektor konstruksi, pertanian, perikanan, dan industri pengolahan sebagai motor utamanya.

Selain itu, pemerintah menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka serta menekan angka kemiskinan agar lebih rendah dari capaian tahun 2025.

Bagi Melki, Musrenbang merupakan wadah strategis untuk menyelaraskan aspirasi dari tingkat desa hingga provinsi dengan agenda nasional.

“Musrenbang ini harus mampu menghasilkan program yang inovatif, terukur, realistis, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Terkini