Pemprov Kalbar Prioritaskan Dua Jalan Sintang pada 2026

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:45:35 WIB
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen.

PONTIANAK - Pemprov Kalbar fokus bangun infrastruktur pedalaman melalui perbaikan dua ruas jalan strategis di Sintang pada 2026 guna dongkrak ekonomi lokal.

Upaya mempercepat ketersediaan infrastruktur dasar di wilayah terpencil kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Iskandar Zulkarnaen mengungkapkan bahwa penanganan pada jalur Nanga Mau menuju Tebidah akan dipusatkan pada segmen sepanjang 1,14 kilometer yang mengalami kerusakan paling signifikan.

“Penanganan dilakukan secara efektif pada titik-titik yang mengalami kerusakan berat agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (28/4/2026).

Skema pengerjaan fisik untuk proyek ini mulai memasuki proses persiapan tender dengan alokasi dana mencapai Rp12 miliar.

Kebutuhan perbaikan serupa juga menyasar jalur Tebidah menuju Bunyau dengan panjang penanganan 1,14 kilometer dan pagu anggaran Rp12 miliar.

Pemerintah menerapkan strategi pola fungsional tersebar agar perbaikan bisa segera dirasakan meski dilakukan bertahap.

Iskandar berpendapat, bahwa langkah memperbaiki titik paling rusak bertujuan agar akses masyarakat segera terbuka sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa hambatan.

Total anggaran yang dikucurkan untuk dua proyek di Kabupaten Sintang tersebut menyentuh angka Rp24 miliar pada tahun anggaran 2026.

Mobilitas warga serta distribusi barang diharapkan semakin lancar seiring dengan hilangnya titik-titik kerusakan kritis di wilayah tersebut.

Distribusi logistik dan akses menuju pusat layanan kesehatan maupun pendidikan akan terbantu dengan optimalnya kondisi jalan.

Proses lelang fisik diharapkan berjalan tepat waktu agar pengerjaan di lapangan tidak mengalami keterlambatan.

Pemerataan pembangunan di pelosok Kalimantan Barat menjadi target utama dalam agenda peningkatan konektivitas tahun 2026.

Terkini