JAKARTA – Kementerian PU instruksikan percepatan proyek Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi agar siap digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026 mendatang.
Fasilitas pendidikan yang tersebar di 32 provinsi tersebut kini masuk dalam pengawasan ketat agar masa konstruksi tidak melewati batas waktu yang ditentukan.
"Pembangunan semua Sekolah Rakyat Tahap II ini harus dipastikan bisa selesai seluruhnya pada bulan Juni, sebelum mulai tahun ajaran baru pada bulan Juli," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dody Hanggodo menjelaskan bahwa penyediaan sarana belajar yang modern merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara nasional.
Program ambisius ini diproyeksikan mampu menampung hingga 112.320 peserta didik yang terbagi dalam 3.744 rombongan belajar di berbagai wilayah Indonesia.
Pengerjaan fisik yang mencakup 102 kabupaten dan kota tersebut membutuhkan sinkronisasi yang kuat antara penyedia jasa dan pemerintah daerah setempat.
Menteri PU menekankan pentingnya mengatasi hambatan teknis seperti distribusi material dan aksesibilitas lokasi pembangunan agar target Juni 2026 tercapai.
Standar kualitas bangunan menjadi perhatian utama karena sekolah tersebut dirancang untuk memiliki masa pakai sekurang-kurangnya 20 tahun ke depan.
Koordinasi antara BUMN Karya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis terus ditingkatkan guna menjamin kelancaran mobilisasi tenaga kerja di lapangan.
Pemerintah optimistis keberadaan infrastruktur baru ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pemerataan akses layanan pendidikan di daerah terpencil.