Geopark Rinjani-Lombok Raih Kartu Hijau Standar Global UNESCO

Kamis, 30 April 2026 | 16:30:44 WIB
Lanskap tubuh Gunung Rinjani yang dilihat dari Desa Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Pemprov NTB menegaskan raihan Kartu Hijau UNESCO membuktikan tata kelola Geopark Rinjani-Lombok telah memenuhi standar global dalam pelestarian alam.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memandang pencapaian ini bukan sekadar urusan administrasi semata. Hal tersebut dipandang sebagai validasi dunia terhadap kualitas manajemen taman bumi di wilayah tersebut.

"Capaian itu bukan sekadar pengakuan administratif, tetapi merupakan validasi internasional bahwa tata kelola Geopark Rinjani-Lombok telah berjalan sesuai standar global," ujar Ahsanul Khalik, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).

Ahsanul Khalik menyebutkan bahwa terdapat 3 pilar utama yang menjadi pondasi kuat dalam sistem pengelolaan kawasan tersebut. Pilar yang dimaksud mencakup bidang edukasi, upaya konservasi, serta langkah pemberdayaan ekonomi warga lokal.

Implementasi kebijakan di lapangan tidak hanya mengejar angka kunjungan wisatawan. Fokus utama tetap tertuju pada keseimbangan antara menjaga ekosistem dan meningkatkan taraf hidup penduduk.

Ahsanul berpendapat, bahwa raihan Kartu Hijau tersebut merupakan hasil nyata dari sinergi kolektif antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Kawasan ini sekarang diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran alam berskala internasional. Pengembangan ilmu pengetahuan kebumian menjadi salah satu nilai tambah yang ditawarkan kepada dunia.

Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada penguatan mitigasi bencana di area geopark. Pengetahuan geologi digunakan sebagai dasar untuk meminimalisir risiko dampak bencana alam.

Komitmen untuk menjaga predikat tertinggi dari UNESCO ini akan terus berlanjut melalui berbagai program strategis. Literasi geologi bagi warga sekitar kawasan menjadi agenda penting yang akan diperkuat.

Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri, Indonesia mengamankan 3 status Kartu Hijau untuk periode 2026 hingga 2029. Selain Rinjani-Lombok, status serupa diraih oleh Ciletuh-Palabuhanratu dan Kaldera Toba.

UNESCO secara resmi menyatakan bahwa ketiga taman bumi ini memberikan dampak besar pada pembangunan berkelanjutan. Kualitas pengelolaan yang konsisten menjadi alasan utama pemberian apresiasi tertinggi ini.

Terkini