ACEH - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengonfirmasi bahwa seluruh jaringan jalan nasional di Provinsi Aceh kini telah beroperasi kembali setelah sempat terdampak bencana.
Seiring dengan pulihnya konektivitas tersebut, pihak pemerintah juga sedang mengakselerasi proses rekonstruksi permanen pada jalan maupun jembatan di puluhan titik agar akses transportasi tetap aman serta andal bagi masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa progres pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh menunjukkan perkembangan yang positif.
Selain memastikan seluruh ruas jalan nasional kembali fungsional, Kementerian PU juga tengah mempercepat penanganan permanen terhadap jembatan yang sifatnya masih sementara.
"Jalan nasional sudah kembali fungsional 100 persen dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya," ungkap Dody, dalam rilis, Kamis (2/7/2026).
"Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi," tambahnya.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU saat ini menangani 20 lokasi secara permanen di koridor Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh yang terdiri dari 15 ruas jalan serta lima jembatan.
Pada koridor Lintas Timur, penanganan dilakukan di 17 lokasi yang meliputi 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan.
Sementara itu, pekerjaan permanen di Lintas Barat difokuskan pada tiga lokasi utama, yakni Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya, Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhokseumot–Jeuram, dan Jembatan Krueng Beutong.
Kementerian PU juga melaksanakan penanganan permanen di 16 lokasi pada koridor Lintas Tengah Aceh yang tersebar di wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Bener Meriah.
Pekerjaan yang dilakukan mencakup rehabilitasi, rekonstruksi jalan dan jembatan, penguatan lereng, perlindungan tebing sungai, hingga berbagai struktur pendukung untuk meminimalkan risiko kerusakan di masa depan.
Salah satu proyek dengan progres signifikan adalah pembangunan kembali Jembatan Lawe Mengkudu I yang kini telah mencapai 83,72 persen per 28 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 31 Juli 2026.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi agar konektivitas di Aceh dapat pulih secara menyeluruh serta berkelanjutan.