JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyampaikan bahwa pengerjaan proyek Flyover Latumeten yang berlokasi di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dijadwalkan selesai akhir 2026 dan diproyeksikan mampu mengatasi masalah kemacetan kronis di kawasan tersebut.
“Infrastruktur yang digadang-gadang mampu mengurangi kemacetan hingga 40 persen itu saat ini masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti," kata Kenneth di Jakarta, Jumat.
Kenneth menjelaskan bahwa inisiatif pembangunan Flyover Latumeten bermula dari keluhan masyarakat setempat mengenai kondisi perlintasan kereta api yang memicu kemacetan panjang selama bertahun-tahun.
Ia menceritakan pernah menyerap aspirasi tersebut saat melakukan kunjungan kerja dalam masa reses pada tahun 2024.
“Warga lalu meminta dibangunkan flyover untuk mengurai kemacetan imbas perlintasan kereta yang padat," ungkap Kenneth.
Kala itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memiliki dana untuk pembangunan, namun ia menginstruksikan agar dilakukan pengkajian mendalam terkait masalah tersebut.
Setelah kajian tuntas, proyek tersebut melalui proses lelang dan pengerjaan konstruksi mulai dijalankan pada akhir 2025.
"Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan, bisa selesai on time, seperti yang diharapkan Pak Gubernur," ucap Kenneth.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menambahkan bahwa Flyover Latumeten ke depannya akan terhubung dengan berbagai moda transportasi umum, seperti KRL Commuter Line serta Transjakarta.
Sebagai penghubung antarmoda, Kenneth melanjutkan, area tersebut juga akan dilengkapi dengan skywalk berfasilitas lift, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) ramah disabilitas, dan halte Transjakarta yang terintegrasi.
Konsep tersebut dirancang untuk memudahkan akses bagi seluruh pengguna jalan, terutama kelompok disabilitas, lansia, ibu hamil, serta warga yang membawa kereta bayi atau barang.
“Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga," ujar Kenneth.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas itu berharap fasilitas tersebut dapat memperlancar mobilitas berkendara, menjamin keselamatan pejalan kaki, serta menjadi sistem integrasi antarmoda yang menghubungkan Flyover Latumeten dengan Transjakarta, JakLingko, serta Commuter Line.
Konsep integrasi ini bertujuan agar perpindahan antarmoda menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.
“Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas," tutur Kenneth.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa proyek Flyover Latumeten menyerap anggaran sebesar Rp259 miliar.
Saat ini, capaian pengerjaan proyek sudah menyentuh angka 55,2 persen dengan target penyelesaian pada 15 Desember 2026.
Pramono menegaskan bahwa Flyover Latumeten menjadi proyek infrastruktur yang sangat dinantikan masyarakat mengingat kawasan tersebut merupakan titik kepadatan lalu lintas yang sangat tinggi.
"Flyover Latumeten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena apa? Di sini kalau dilihat pagi, sore, siang kemacetannya sangat tinggi sekali," ungkap Pramono.