Pemkab Jembrana Luncurkan Kredit Tanpa Bunga bagi Pekerja Migran

Pemkab Jembrana Luncurkan Kredit Tanpa Bunga bagi Pekerja Migran
Peluncuran program program fasilitasi permodalan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Peserta Pemagangan Luar Negeri (PPLN) (FOTO: NET)

JEMBRANA - Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali, secara resmi memperkenalkan program subsidi kredit bagi calon pekerja migran serta peserta pemagangan ke luar negeri.

Skema kredit ini tersedia tanpa bunga karena seluruh bebannya telah ditanggung oleh pihak pemerintah.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan bagi warga yang hendak merintis karier di mancanegara tanpa perlu khawatir dengan biaya awal keberangkatan.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menjelaskan bahwa subsidi kredit tersebut dirancang guna meringankan beban warga yang mengalami kendala finansial dalam persiapan keberangkatan.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Jembrana menjalin kerja sama dengan perbankan serta Lembaga Perkreditan Desa (LPD) untuk menyalurkan pinjaman tersebut.

Seluruh biaya administrasi, asuransi, hingga bunga pinjaman akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Para peserta tidak akan langsung dibebani pembayaran, karena cicilan pokok baru akan dimulai setelah mereka bekerja dan menerima penghasilan dari negara tujuan.

Pemerintah daerah ingin memastikan akses bagi warga agar dapat bekerja melalui jalur resmi tanpa harus terjerat pinjaman dengan beban tinggi.

“Program ini kami hadirkan supaya masyarakat lebih ringan dalam mempersiapkan keberangkatan. Jangan sampai niat bekerja demi masa depan malah terbebani masalah biaya,” ujar Kembang dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Dia menyatakan bahwa program ini akan terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak warga Jembrana.

Ke depan, skema ini diharapkan mampu diadaptasi oleh daerah lain di wilayah Bali.

"Astungkara kami juga sudah vidcon (video conference) dengan pekerja migran yang ada di luar negeri dan mereka berhasil bekerja lewat program subsidi kredit ini," ungkapnya.

Tercatat sudah ada ratusan pekerja migran asal Jembrana yang memanfaatkan program tersebut.

Menurut Kembang, peluang kerja di luar negeri tetap terbuka luas bagi tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kesiapan matang.

Dia berpesan agar para peserta memanfaatkan peluang ini dengan tetap menjaga profesionalitas di tempat mereka bekerja.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index