BMKG: Siklon Tropis Jangmi Picu Potensi Hujan Lebat di Indonesia

BMKG: Siklon Tropis Jangmi Picu Potensi Hujan Lebat di Indonesia
Ilustasi cuaca hujan (FOTO: NET)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau pergerakan Siklon Tropis Jangmi di Laut Filipina utara yang mendorong terciptanya area konvergensi dan menaikkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa daerah Indonesia.

Prakirawan BMKG Henokvita dalam siaran perkiraan cuaca yang dipantau dari Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa pusat sistem cuaca ekstrem tersebut kini memicu kecepatan angin maksimum sampai 35 knot dengan tekanan udara minimum 998 hektopascal (HPa).

"Diprediksi bergerak ke arah barat laut utara dan akan terus meningkat dalam 48 hingga 72 jam ke depan. Siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Pasifik utara, Maluku Utara hingga utara Papua," kata dia.

Henokvita memaparkan, selain pengaruh Jangmi, pembentukan awan hujan secara nasional turut dipicu oleh kehadiran sirkulasi siklonik lain di Laut Cina Selatan dengan daerah konvergensi yang membentang hingga Kepulauan Natuna.

Penyimpangan dinamika atmosfer ini merangsang terciptanya sabuk konvergensi sekunder yang memanjang dari Papua menuju Teluk Cenderawasih, Sulawesi Tenggara, Kalimantan, sampai ke wilayah Jawa Tengah.

Perpaduan fenomena tersebut berakibat langsung pada potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, termasuk risiko embusan angin kencang yang bisa terjadi kapan saja di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index