Konser Denny Caknan Ricuh, Aparat TNI dan Damkar Alami Patah Tulang Serius

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:15:01 WIB
Kericuhan saat soft launching Creative Hub Surabaya di eks Hi-Tech Mall masih menyisakan korban. (FOTO: NET)

SURABAYA - Penyelenggaraan Pesta Rakyat untuk peresmian Surabaya Expo Center (SUBEC) pada Minggu malam berakhir dengan kericuhan.

Kejadian tersebut mengakibatkan belasan penonton dan aparat keamanan mengalami luka-luka, sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan data terbaru dari Dinkes Kota Surabaya, dari seluruh korban yang dievakuasi, tersisa dua orang yang harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU karena mengalami cedera serius.

Sangat disayangkan, kedua korban yang cedera parah adalah petugas keamanan di barisan depan, yakni seorang anggota TNI dan seorang petugas Damkar Surabaya.

Keduanya menderita patah tulang serius akibat hantaman benda keras serta tertimpa pagar besi pembatas saat kericuhan pecah.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengonfirmasi bahwa kedua petugas tersebut mengalami luka struktural serius setelah berupaya menahan pintu gerbang dari serbuan massa.

Identitas kedua petugas tersebut adalah anggota Babinsa berinisial S (42) dan personel Damkar berinisial F (47).

"Yang anggota TNI mengalami patah tulang kaki, tepatnya patah tulang di bagian paha atas bagian kiri. Sedangkan petugas Damkar mengalami patah tulang leher. Penyebabnya trauma karena terjatuh dan tertindih pagar besi pembatas," papar dr. Billy saat ditemui Kompas.com di RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya, Senin (6/7/2026).

Demi langkah pemulihan yang tepat, tim dokter kini melakukan pemeriksaan diagnostik memakai MRI sebelum melakukan operasi besar.

"Keduanya nanti rencananya akan dioperasi, tapi harus di MRI dulu untuk didiagnostik. Terutamanya yang damkar patah tulang leher untuk melihat sampai sejauh mana parahnya itu," terangnya menambahkan.

Mantan Direktur Utama RSUD dr. Soewandhie tersebut menegaskan komitmen Pemkot Surabaya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan kedua petugas sampai pulih.

Secara keseluruhan, tim medis mengevakuasi 12 orang dari lokasi kejadian.

Namun, dua orang di antaranya berada di bawah pengaruh alkohol; satu orang meloloskan diri, dan satu lainnya dipulangkan setelah sadar.

Dinkes Surabaya merinci 10 korban cedera utama akibat kericuhan tersebut:

2 orang mengalami patah tulang parah (TNI dan Damkar) yang saat ini dirawat di ICU untuk persiapan operasi.

6 orang mengalami trauma fisik karena terinjak-injak massa; namun setelah rontgen, mereka diperbolehkan pulang karena tidak ada luka serius.

1 orang mengalami gangguan pernapasan akibat riwayat asma yang kambuh.

1 orang mengalami stres berat hingga kejang-kejang akibat menjadi korban pencopetan di tengah kepanikan.

"Kalau untuk yang korban sesak napas itu memang karena dia punya riwayat sesak napas, cuma kemarin itu dia lagi kumat. Kalau yang stres itu akibat dia dicopet, terus stres sampai kejang-kejang akhirnya kami bawa ke sini juga," jelas dr. Billy.

"Untuk kondisi yang lainnya sehat semua, aman, dan sudah dipulangkan," imbuh dr. Billy menerangkan status delapan korban lainnya.

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 23.13 WIB.

Saat acara berlangsung, Pemkot Surabaya sebenarnya telah menyiagakan dua tim medis, dua tim kepolisian, dan empat ambulans.

Melihat kondisi penonton yang panik, Dinkes mengerahkan lima tim medis tambahan dari luar area untuk membantu evakuasi.

"Terus setelah itu kami gerakkan lima tim lagi dari luar ke sana. Itu yang banyak bantu ya lima tim ini karena mereka kan tidak terjebak toh. Mereka di luar. Jadi kami bawa keluar pasien langsung bawa ke sini," ucapnya.

Selain yang dibawa ke rumah sakit, ada pula pengunjung yang hanya terhimpit massa dan ditangani di lokasi.

"Ada memang beberapa orang yang mungkin gak perlu perawatan serius, biasanya kami beri minum teh, duduk, terus boleh pulang," pungkasnya.

Pemicu kericuhan berawal saat ribuan warga memadati area eks Hi-Tech Mall (THR) yang kini ditata menjadi Surabaya Expo Center (SUBEC).

Penonton yang membeludak ingin menyaksikan konser Denny Caknan.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, memaparkan kronologi kejadian.

Penonton mulai memasuki venue sejak gerbang dibuka pukul 16.00 WIB dengan pemeriksaan ketat.

Acara berjalan aman dan tertib, termasuk adanya jeda untuk ibadah Maghrib dan Isya.

Petaka terjadi setelah sholat Isya, pukul 19.27 WIB.

Kerumunan massa di luar yang tidak memiliki tiket tiba-tiba melakukan aksi dorong anarkis ke arah barikade.

Akibat desakan massa, pintu gerbang besi setinggi dua meter roboh dan menimpa petugas keamanan gabungan.

Massa yang beringas terus merangsek masuk ke dalam venue.

Area lapangan langsung padat dalam hitungan menit.

Meski situasi memanas dan panik, kesiapsiagaan aparat dalam melakukan penyekatan di pintu utama berhasil meredam keributan agar tidak meluas.

Situasi berangsur kondusif dan Denny Caknan naik panggung pada pukul 20.20 WIB.

Konser berakhir pukul 21.45 WIB dan massa membubarkan diri dengan tertib.

Terkini