BATA Incar Momentum Back to School 2026 di Tengah Kinerja Kuartal I Lemah

BATA Incar Momentum Back to School 2026 di Tengah Kinerja Kuartal I Lemah
Ilustrasi toko Bata (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Sepatu Bata Tbk (BATA), emiten di sektor alas kaki, berupaya menangkap peluang melalui kampanye Back to School 2026 di tengah kondisi kinerja kuartal I 2026 yang masih mengalami tekanan.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, perseroan mencatatkan penjualan neto turun menjadi Rp 90,55 miliar dibandingkan Rp 94,92 miliar pada periode yang sama tahun 2025, sementara rugi tahun berjalan meningkat menjadi Rp 20,03 miliar dari Rp 19,70 miliar.

Lewat kampanye bertajuk "Fresh Steps, Big Goals", pihak Bata menekankan pentingnya peran orang tua, khususnya sosok ayah, dalam mendampingi anak menyambut tahun ajaran baru, mulai dari pengambilan rapor hingga persiapan kebutuhan sekolah.

"Tahun ajaran baru bukan hanya tentang kembali ke sekolah, tetapi juga tentang dimulainya berbagai harapan, mimpi dan tujuan baru bagi setiap anak," ujar Marketing Communication Bata Irena Anindita, melalui keterangan pers, dikutip Selasa (7/7/2026).

"Melalui Fresh Steps, Big Goals, kami ingin mengajak lebih banyak orang tua, khususnya para ayah, untuk hadir dan terlibat dalam setiap langkah penting tersebut. Kami percaya bahwa dukungan keluarga, dipadukan dengan produk yang nyaman dan berkualitas, dapat membantu anak melangkah dengan lebih percaya diri dalam meraih cita-cita mereka," lanjutnya.

Agenda ini juga menjadi momentum penyambutan tahun ajaran baru setelah anak menerima rapor dan bersiap menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Bata berkolaborasi dengan komunitas ayah serta figur orang tua untuk merangkul keluarga agar terlibat aktif dalam persiapan sekolah.

Inisiatif kampanye ini mengangkat tema Ayah Ambil Rapor sebagai dorongan bagi para ayah untuk mendampingi proses pendidikan anak, termasuk saat memilih perlengkapan sekolah.

Menurut perusahaan, persiapan sekolah tidak hanya soal memenuhi kebutuhan belajar, tetapi juga melibatkan anak dalam memilih perlengkapan yang sesuai agar mereka lebih percaya diri.

Produk utama yang menjadi fokus adalah koleksi sepatu sekolah.

Bata menghadirkan koleksi "Back to School 2026" yang dilengkapi teknologi Antibacterial Protection, bantalan empuk, dan material ringan untuk mendukung mobilitas anak.

"Ngeliat anak kami senang pilih-pilih sepatu baru di momentum yang tepat abis kami temenin anak kami ambil rapor kayaknya akan selalu jadi 'core memory' yang nggak cuma menyenangkan buat bapak tapi juga si kecil!" ujar Bapak2ID, dalam keterangannya.

"Memastikan sepatu yang cocok buat si kecil kayaknya Bata dari dulu sampai sekarang selalu menjadi pilihan yang gak pernah salah. Model dan teknologinya pun selalu berkembang. Contoh, sekarang sepatunya punya teknologi anti bakterial yang bikin kaki anak tetap segar seharian," lanjutnya.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, penurunan penjualan terjadi di tengah peningkatan laba bruto.

Bata berhasil mengurangi beban pokok penjualan menjadi Rp 51,28 miliar dari Rp 60,39 miliar pada kuartal I 2025, sehingga laba bruto naik menjadi Rp 39,27 miliar dari Rp 34,53 miliar.

Namun, kenaikan laba bruto belum mampu menutupi peningkatan beban operasional.

Beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp 42,68 miliar dari Rp 37,02 miliar, dan beban umum serta administrasi naik menjadi Rp 15,93 miliar dari Rp 14,23 miliar.

Perseroan juga mencatat kerugian pelepasan aset tetap bersih Rp 1,51 miliar serta beban usaha lain Rp 539,14 juta.

Hal tersebut menyebabkan rugi usaha naik menjadi Rp 18,37 miliar dari Rp 17,02 miliar pada kuartal I 2025.

Beban keuangan berhasil ditekan menjadi Rp 1,74 miliar dari Rp 2,87 miliar.

Setelah memperhitungkan pendapatan keuangan sebesar Rp 77,44 juta, rugi sebelum pajak penghasilan mencapai Rp 20,03 miliar.

Rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 19,94 miliar, sementara kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp 85,67 juta.

Akumulasi rugi komprehensif tahun berjalan adalah Rp 19,99 miliar dengan rugi per saham dasar Rp 15,34.

Per 31 Maret 2026, total aset Bata turun menjadi Rp 255,74 miliar dari Rp 282,56 miliar pada akhir 2025.

Aset lancar turun menjadi Rp 154,91 miliar dari Rp 184,35 miliar.

Kas di bank naik menjadi Rp 33,19 miliar dari Rp 29,88 miliar pada Desember 2025.

Piutang usaha pihak ketiga naik menjadi Rp 10,83 miliar dari Rp 6,81 miliar, sementara sediaan turun menjadi Rp 67,76 miliar dari Rp 94,22 miliar.

Total liabilitas per Maret 2026 adalah Rp 407,38 miliar, turun dari Rp 414,21 miliar pada akhir 2025, akibat penurunan pinjaman jangka pendek menjadi Rp 92 miliar dari Rp 104 miliar.

Utang usaha pihak berelasi tercatat Rp 188,26 miliar, liabilitas sewa jangka pendek Rp 16,73 miliar, dan beban akrual Rp 23,87 miliar.

Perseroan membukukan defisiensi modal Rp 151,64 miliar, naik dari Rp 131,65 miliar pada akhir 2025.

Saldo rugi bertambah menjadi Rp 173,14 miliar dari Rp 153,20 miliar, sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh stagnan di Rp 13 miliar.

Di tengah situasi tersebut, Bata mengamankan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 28,76 miliar pada kuartal I 2026.

Arus kas keluar bersih untuk aktivitas investasi sebesar Rp 2,34 miliar, dan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 23,11 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index