Mentan Klaim Harga TBS Sawit Kembali Normal di Depan Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 | 11:06:14 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (FOTO: NET)

JAKARTA - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit belakangan ini sempat mengalami penurunan.

Penurunan nilai jual TBS ini terjadi di tengah lonjakan harga olahan minyak CPO serta menguatnya mata uang Dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kondisi harga TBS di level petani kini mulai membaik serta kembali stabil.

Ia bahkan menyebutkan nilai jual TBS memiliki peluang untuk tumbuh sebesar 10% dari periode sebelumnya.

Amran menyampaikan laporan itu secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto pada agenda Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

"Kami laporkan, Bapak Presiden, TBS alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, bila perlu naik 10% dari sebelumnya bapak presiden," ujar Amran dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kamis (25/6/2026).

Pihak pemerintah menaruh perhatian serius terhadap merosotnya harga TBS tingkat petani sebab situasi itu tidak selaras dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) global maupun penguatan kurs Dolar Amerika Serikat atas Rupiah.

Langkah taktis segera diambil oleh pihak Amran guna mengatasi persoalan jatuhnya harga TBS tersebut.

Ia segera melaksanakan serangkaian pertemuan dengan para pelaku industri, asosiasi, hingga perwakilan petani kelapa sawit.

Di samping itu, Amran menambahkan bahwa Kementerian Pertanian menjalin kemitraan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia guna mengaudit 274 korporasi yang dianggap belum menyelaraskan harga beli TBS petani dengan ketetapan pasar.

"Kenapa? Karena harga CPO dunia naik, dan dengan Pak Kapolri kami kerja sama ada 274 (perusahaan) yang awalnya tidak menaikkan, jadi kami melakukan pemeriksaan," jelas Amran.

Amran mewanti-wanti bahwa pemerintah sangat mengawasi pergerakan harga TBS petani karena berkomitmen melindungi mereka dari kerugian saat harga CPO global sedang menanjak.

Terlebih lagi, saat ini diperkirakan ada sekitar 15 juta jiwa yang menyandarkan penghidupannya pada industri kelapa sawit.

Pada momen tersebut, Amran turut memaparkan beberapa keberhasilan di sektor pertanian sepanjang masa kepemimpinan Prabowo.

Salah satu di antaranya ialah mengenai harga pupuk yang diklaim telah menyusut sekitar 20%.

Amran pun mengutarakan bahwa taraf hidup petani menunjukkan tren positif yang dibuktikan oleh kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP).

Ia membeberkan bahwa angka NTP pada Mei 2026 telah menyentuh level 127, yang menjadi rekor tertinggi dalam kurun waktu 34 tahun belakangan.

Terkini