Jakarta Peringkat 3 Kualitas Udara Terburuk Sedunia Pagi Ini

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:17:45 WIB
Ilustrasi polusi udara (FOTO: NET)

JAKARTA - Kualitas udara di wilayah ibu kota pada Kamis pagi terpantau masuk dalam kategori tidak sehat, menempatkannya di posisi ketiga sebagai kota dengan polusi udara paling parah secara global.

Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.06 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di wilayah ini mencapai angka 179.

Kondisi ini masuk dalam klasifikasi tidak sehat dengan polutan utama PM2.5 serta tingkat konsentrasi mencapai 95,3 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat kualitas udara saat ini kurang bersahabat bagi kelompok rentan.

Hal ini dikarenakan polusi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi manusia serta kelompok hewan yang sensitif, sekaligus berisiko merusak tanaman dan mengurangi estetika lingkungan.

Oleh sebab itu, warga diimbau demi kebaikan bersama untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

Apabila terpaksa harus beraktivitas di area terbuka, masyarakat sangat dianjurkan untuk menggunakan masker, serta menutup rapat jendela ruangan agar udara luar yang terpolusi tidak masuk.

Di sisi lain, standar kualitas udara dengan kategori baik adalah tingkat kebersihan udara yang sama sekali tidak menimbulkan efek buruk bagi kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, maupun nilai keindahan, dengan rentang PM2.5 sebesar 0-50.

Sementara itu, kategori sedang merupakan kondisi udara yang tidak berdampak pada kesehatan manusia atau hewan, tetapi mulai memengaruhi tumbuhan yang sensitif serta aspek keindahan, dengan sebaran PM2.5 di angka 51-100.

Selanjutnya, kategori sangat tidak sehat berada pada rentang PM2.5 di angka 200-299.

Kondisi ini berarti kualitas udara tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan pada sejumlah lapisan masyarakat yang terpapar polusi.

Pada bagian akhir, terdapat kategori berbahaya (300-500) yang secara umum tingkat kualitas udaranya dapat memicu gangguan kesehatan fatal bagi masyarakat luas.

Mengenai daftar kota dengan kualitas udara terburuk, peringkat pertama ditempati oleh Lahore (Pakistan) dengan skor 235.

Posisi kedua diisi oleh Kinshasa (Kongo) dengan skor 203.

Peringkat keempat ditempati oleh Dhaka (Bangladesh) pada angka 166.

Sedangkan posisi kelima ditempati oleh Kampala (Uganda) dengan perolehan skor 158.

Pada saat yang bersamaan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang mematangkan strategi penanganan cepat guna menekan polusi udara di area ibu kota sepanjang musim kemarau, yang diprediksi berlangsung dari awal Mei hingga Agustus mendatang.

Langkah cepat mitigasi polusi udara selama kemarau ini meliputi optimalisasi sistem pemantauan kualitas udara serta penggalakan uji emisi bagi kendaraan bermotor.

Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga mengandalkan Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang kini sedang dikaji kembali berdasarkan berbagai indikator.

Kajian tersebut mencakup pergerakan tren PM2.5, sumbangan emisi dari tiap-tiap sektor, hingga dampaknya bagi kesehatan masyarakat.

Menurut penilaian Pemprov DKI, penanganan penurunan polusi udara tidak dapat diselesaikan oleh satu wilayah secara mandiri.

Oleh karena itu, dibutuhkan tindakan bersama yang terintegrasi antarinstansi daerah serta kerja sama lintas batas wilayah dengan daerah-daerah di sekitar Jakarta.

Terkini