JFF 2026 Sukses Sedot Lebih dari 80 Ribu Pengunjung di TIM

Senin, 08 Juni 2026 | 10:03:36 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno (FOTO: NET)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebutkan bahwa gelaran Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM) yang bergulir pada 5-7 Juni mampu memikat lebih dari 80 ribu orang.

Acara yang mengusung tema “Menavigasi Resiliensi” ini menjadi wadah sinergi antarsektor guna merancang masa depan Jakarta sebagai sebuah kota global.

“Festival ini bukan pertemuan biasa, tetapi menjadi wadah untuk menghadirkan gagasan. Kami banyak mendengar masukan, dan nantinya akan kami kolaborasikan dalam pembangunan Jakarta ke depan,” kata Rano dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Ia menilai, tema “Menavigasi Resiliensi” diangkat lantaran menggambarkan kemampuan adaptasi masyarakat Jakarta saat menemui bermacam kendala, mulai dari masalah geografis, perubahan iklim, banjir, kemacetan, hingga beban ekonomi kota.

Sepanjang tiga hari bergulir, JFF 2026 menyajikan 52 sesi diskusi yang terbagi atas 45 Urban Talks serta tujuh Jakarta Forecast.

Pesta ide ini merangkul 250 pembicara, termasuk di antaranya 10 pembicara internasional, sekaligus menyuguhkan 27 pentas musik dan seni budaya.

Bukan sekadar wadah bertukar pikiran, JFF 2026 pun bertransformasi menjadi pentas kolaborasi masyarakat.

Berbagai program, seperti halnya laboratorium kebijakan, obrolan lintas generasi, aksi komunitas, ekshibisi inovasi, pasar kreatif, hingga arena bermain anak ikut menyemarakkan festival ini.

Kurang lebih 72 pelaku UMKM pun ikut serta dalam perhelatan tersebut.

Salah satu program inti festival ini adalah Jakarta’s Forecast: Jakarta 500 - Memory, Character, and the Future of a Global City, sebuah forum yang mengajak masyarakat merefleksikan jati diri Jakarta menjelang usianya yang ke-500 pada 22 Juni 2027.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania menjelaskan bahwa beragam hasil rembuk selama festival akan diteruskan lewat perancangan ekosistem pengetahuan perkotaan.

“Hal baru yang akan segera kami tindak lanjuti adalah pengembangan ekosistem pengetahuan perkotaan,” ungkap Atika.

Terkini