TEHERAN - Amerika Serikat berkomitmen untuk menghapus sanksi terhadap Teheran dalam kurun waktu yang disetujui kedua belah pihak berdasarkan draf kesepakatan akhir, seperti dilaporkan kantor berita Iran IRNA pada Rabu (17/6/26) yang merujuk pada dokumen nota kesepahaman (MoU) kedua negara.
"Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB, Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), dan semua sanksi sepihak AS, baik primer maupun sekunder, dalam jangka waktu yang disepakati oleh para pihak, yang akan menjadi bagian dari perjanjian akhir," demikian isi paragraf ketujuh di MoU tersebut.
Pihak Iran sebelumnya menyebutkan bahwa kesepakatan final bakal dirundingkan dalam rentang waktu 60 hari pascalokasi penandatanganan MoU demi menuntaskan persoalan nuklir Iran.
Akan tetapi, dalam paragraf ketiga MoU yang dirilis IRNA, kedua pihak masih bisa memperpanjang batas waktu demi meraih kesepakatan bersama.
Lewat dokumen MoU tersebut, Iran memastikan bahwa negaranya tidak bakal memproduksi atau memiliki senjata nuklir.
"Iran menegaskan kembali bahwa negara tidak akan memproduksi atau memperoleh senjata nuklir," demikian isi paragraf kedelapan di MoU tersebut.
Mengacu pada memorandum itu, Teheran dan Washington pun bakal menuntaskan masalah material nuklir Iran dengan pengawasan dari IAEA.